Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata dan Hotel » Eksotisnya Desa Wae Rebo NTT, Masih Murni Dengan Adat dan Istiadatnya! Wajib Dikunjungi!

Eksotisnya Desa Wae Rebo NTT, Masih Murni Dengan Adat dan Istiadatnya! Wajib Dikunjungi!

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
  • print Cetak

Indo1.id – Begitu banyak destinasi wisata yang ada di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri. Seperti desa satu ini, desa yang dijuluki sebagai ”desa di atas awan”.

Wae Rebo, begitulah orang mengenalnya. Wae Rebo  berada di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Desa ini terletak di ketinggian 1.200 mdpl dan dikelilingi beberapa bukit yang berjajar seperti memagari desa sehingga terkesan bahwa desa ini terisolasi.

Lokasi yang tersembunyi tak lantas membuat desa ini sepi pengunjung. Sebaliknya, banyak wisatawan yang rela melancong jauh-jauh untuk menikmati keindahan setiap sudut Desa Adat Wae Rebo.

Kekayaan alam dan pemandangan di Desa Wae Rebo tidak dapat diragukan lagi. Desa ini dikelilingi hamparan rumput hijau dengan pemandangan gunung yang dipenuhi pepohonan hijau juga tertutup kabut yang begitu indah sangat memanjakan mata.

Tentu banyak sekali spot foto juga panorama yang indah dari Desa Wae Rebo.

Desa ini hanya memiliki 7 rumah adat berbentuk lumbung kerucut yang disebut Mbaru Niang. Inilah yang menjadi ikon utama Wae Rebo.

Rumah adat Mbaru Niang tersusun mengitari batu melingkar yang dinamakan compang sebagai titik pusatnya. Compang merupakan pusat aktivitas warga untuk mendekatkan diri dengan alam, leluhur, dan Tuhan.

Arsitektur Mbaru Niang mengandung filosofi dan mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Wae Rebo.

Rumah tradisional ini merupakan wujud keselarasan manusia dengan alam serta merupakan cerminan fisik dari kehidupan sosial Suku Manggarai.

Suku Manggarai meyakini lingkaran sebagai simbol keseimbangan, sehingga pola lingkaran ini diterapkan hampir di seluruh wujud fisik desa, dari bentuk kampung sampai rumah-rumahnya.

Desa Wae Rebo pernah menerima Top Award of Excellence dari UNESCO dalam UNESCO Asia Pacific Heritage Awards 2012, yang diumumkan di Bangkok pada 27 Agustus 2012.

Desa ini dikelilingi oleh pegunungan yang indah serta Hutan Todo yang rindang serta kaya akan vegetasi. Di hutan ini, kita dapat menemukan anggrek, berbagai jenis pakis, serta mendengar kicauan merdu dari beragam burung yang membuat suasana menjadi semakin ceria.

Harus diingat ya, tidak ada jangkauan seluler di desa ini, dan listrik hanya tersedia dari pukul 6 hingga 10 malam. Udaranya juga relatif dingin, apalagi di musim kemarau.

Perjalanan menuju Desa Wae Rebo tidak mudah, karena wisatawan akan menempuh perjalanan sekitar enam kilometer (km) dari Desa Dintor ke Desa Denge dengan menyewa motor atau mobil.

Setelah itu dari Desa Denge dilanjutkan dengan melakukan pendakian selama kurang lebih tiga jam. Nanti kamu akan melewati daerah terpencil dengan dikelilingi pemandangan hutan dan juga menyeberangi sungai serta melintasi beberapa jurang.

Perjalanan yang begitu panjang itu terbayarkan oleh keindahan alam dan udara sejuk juga pemandangan gunung yang dipenuhi hijaunya pepohonan di Desa Wae Rebo.

Jika ingin merasakan menjadi bagian dari masyarakat Desa Wae Rebo, kamu dapat menginap di salah satu rumah warga dengan fasilitas memadai dan juga akan di suguhkan makanan khas Desa Wae Rebo.

Berikut rekomendasi dan beberapa tips saat berwisata ke Desa Wae Rebo.

1. Membawa makanan atau juga cemilan untuk berjaga-jaga jika kamu tidak cocok dengan makanan yang disuguhkan
2. Membawa 1 liter atau 1 botol besar air mineral untuk perjalanan saar mendaki, namun ditengah perjalan kamu juga akan menemukan sumber mata air yang dapat diminum.
3. Membawa jas hujan karena saat mendaki sering terjadi hujan
4. Membawa obat-obatan pribadi
5. Membawa jaket yang tebal karena di Desa Wae Rebo sangat dingin
6. Disarankan menggunakan sandal atau sepatu gunung saat mendaki
7. Kamu bisa membawa mainan atau cemilan untuk diberikan atau bermain Bersama anak-anak yang ada di pedesaan tersebut

Berikut Tarif yang perlu kamu siapkan saat mengunjungi Desa Wae Rebo:

1. Biaya masuk dikenakan tarif Rp 225 ribu/orang. Fasilitas yang didapat yaitu makan pagi atau siang dan juga makan malam ditambah minuman penyambut seperti kopi atau teh
2. Biaya masuk ditambah menginap dikenakan tarif Rp 325 ribu/orang. Fasilitas yang didapat yaitu makan pagi atau siang dan juga makan malam ditambah minuman penyambut seperti kopi atau teh. Wisatawan juga sudah disiapkan kasur lipat dan selimut.
3. Pemandu wisata dikenakan tarif Rp 250 ribu/orang
4. Sewa motor dikenakan tarif sekitar Rp 75ribuan/hari
5. Sewa mobil dikenakan tarif sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta/hari

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kocak, Netizen Tanggapi Postingan Habib Ja’far yang Ingin Nonton Konsernya Coldplay

    Kocak, Netizen Tanggapi Postingan Habib Ja’far yang Ingin Nonton Konsernya Coldplay

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Para pencinta musik memang akan dimanjakan dengan event akbar di November mendatang. Grup musik Coldplay akan hadir ke Jakarta dalam konser perdananya di Indonesia. Kehadiran Chris Martin dan rekan pun disambut antusias masyarakat se-Indonesia. Bahkan, sejumlah publik figur, termasuk selebriti sudah siap untuk menyaksikan konser Coldplay di Jakarta pada November mendatang. Sebagaimana kita […]

  • Punya Bokong Aduhai, Oklin Fia Dituduh Operasi Plastik

    Punya Bokong Aduhai, Oklin Fia Dituduh Operasi Plastik

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Selebgram Oklin Fia dituding telah melakukan operasi di bagian bokong dan payudarana. Namun, selebgram yang kabarnya pernah dikirim pesan oleh Ammar Zoni ini membantahnya. Oklin Fia memang memiliki tubuh seksi yang bisa membuat kaum Hawa iri. Namun ternyata banyak yang menduga tubuh seksinya itu hasil dari operasi. “Kak, pantat sama payudara asli kan?” tanya seorang warganet di Instagram-nya, […]

  • Butet Kartaredjasa Diprotes Polisi karena Bicara Politik di Pentas Teater, Benarkah?

    Butet Kartaredjasa Diprotes Polisi karena Bicara Politik di Pentas Teater, Benarkah?

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Seniman Butet Kartaredjasa mendapat intimidasi dari pihak kepolisian dan  dilarang membahas isu politik dalam pentas teater yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/12/2023). Butet bersama grup teater Indonesia Kita membawakan lakon “Musuh Bebuyutan” yang mengusung tema pesta elektoral atau Pemilu 2024 merupakan karyanya bersama Agus Noor. Menurut Butet, […]

  • Dituduh Peras Keluarga Jessica Wongso, Otto Hasibuan Angkat Bicara ‘Ini Mencederai Nama Baik Saya’

    Dituduh Peras Keluarga Jessica Wongso, Otto Hasibuan Angkat Bicara ‘Ini Mencederai Nama Baik Saya’

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pengacara ternama, Otto Hasibuan memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang memeras keluarga Jessica Wongso. Hal tersebut pun dibantah langsung oleh Jessica melalui surat terbukanya. Seperti diketahui, Ketika Jessica Wongso menjadi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna yang membuat dirinya di penjara selama 20 tahun. Ia meminta Otto Hasibuan untuk menjadi pengacaranya. Selain itu juga, Ayah Mirna yakni Edi Darmawan Salihin menuding Otto Hasibuan […]

  • Gudeg Koyor, Lontong Opor Semarang, Hmmmm, Makyuus!

    Gudeg Koyor, Lontong Opor Semarang, Hmmmm, Makyuus!

    • calendar_month Minggu, 5 Feb 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id II Gudeg identik sebagai kuliner khas Yogyakarta, namun di Semarang ternyata ada juga gudeg enak yang layak dicicipi. Racikan gudeg ini bahkan sudah ada sejak 1991. Warung gudeg mbak tum yang buka siang di peterongan ini semakin malam semakin ramai pengunjungnya. Gudeg yang diracik dengan lauk utama, koyor alias urat sapi, Selintas tampilannya seperti […]

  • Fears To Fathom: Game Horor Episodik yang Menceritakan Kisah Nyata

    Fears To Fathom: Game Horor Episodik yang Menceritakan Kisah Nyata

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Fears To Fathom adalah game horor episodik yang bisa kamu mainkan di PC, konsol, atau perangkat mobile. Game ini dirilis pada tahun 2021 oleh Rayll, seorang pengembang game indie asal Indonesia. Game ini merupakan game horor yang unik, karena setiap episodenya menceritakan kisah nyata yang dialami oleh orang-orang yang selamat. Dalam game ini, […]

expand_less