Tahu Puber Kedua? Perubahan Perilaku Paruh Baya yang Menyerupai Remaja, Ini Penjelasanya!

  • Bagikan
Foto Ilustrasi Puber Kedua. (Foto: Freepik)

Indo1.id – Perilaku Puber kedua, adalah istilah yang menggambarkan perubahan perilaku dan sifat pada pria dan wanita paruh baya yang kembali merasakan gejolak seperti masa remaja, telah menjadi sorotan dalam berbagai kajian psikologis.

Meskipun istilah ini tidak diakui secara medis, kaitannya dengan kondisi psikologis yang dikenal sebagai midlife crisis pada usia 40 hingga 50 tahun semakin menarik perhatian.

Baca Juga :  Makna Kelahiran pada Hari Rabu Kliwon Menurut Primbon Jawa

Midlife crisis umumnya dipicu oleh rasa takut menua, kesulitan menerima kenyataan bahwa masa produktif telah berlalu, atau bahkan keinginan untuk merasakan kembali masa muda.

Namun, jika dikelola dengan baik, midlife crisis bisa memberikan peluang untuk eksplorasi minat baru dan pembentukan hubungan sosial yang lebih bermakna.

Tidak dapat disangkal bahwa beberapa individu terjebak dalam perasaan ini.

Baca Juga :  Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

Penelitian dari Research Ideas and Outcomes (2021) menunjukkan bahwa midlife crisis berpotensi menyebabkan gangguan mental seperti stres, depresi, dan kecemasan karena ketidakpuasan terhadap kehidupan.

Dalam kasus yang lebih serius, fenomena ini dapat merusak kesejahteraan seseorang hingga meningkatkan risiko perilaku bunuh diri.

Berikut adalah empat ciri orang yang mungkin mengalami puber kedua:

Baca Juga :  Simak 5 Alasan Orang Indonesia Suka Film Bertema Perselingkuhan.

1. Rasa Rendah Diri dan Tidak Puas

Pria sering merasa rendah diri karena perbandingan dengan masa muda mereka yang lebih energetik dan sukses.

Wanita, di sisi lain, mungkin merasa tidak puas meskipun telah mencapai banyak hal dalam hidupnya, mendorong mereka untuk mengeksplorasi potensi baru.

2. Perubahan Perilaku dan Penampilan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan