Banyak individu paruh baya mengalami perubahan perilaku dan penampilan, termasuk mewarnai rambut untuk menyembunyikan uban, menggunakan riasan, atau bahkan menjalani operasi plastik.
Ini bertujuan untuk memulihkan rasa percaya diri yang semakin berkurang.
3. Jarak dengan Keluarga
Terutama pada wanita, puber kedua dapat menyebabkan jarak emosional dengan pasangan dan anak-anak.
Ketidakpuasan dengan dukungan yang dirasa kurang bisa menjadi pemicu.
4. Perilaku Impulsif
Pria dalam fase midlife crisis sering terjebak dalam perilaku impulsif, seperti berhenti bekerja tanpa alasan yang jelas, berselingkuh, atau pengeluaran uang yang tidak terkontrol.
Ini merupakan upaya untuk mengambil kendali atas hidup yang dirasa berubah.
Untuk mencegah dampak mental yang merugikan akibat puber kedua, beberapa langkah dapat diambil, seperti meningkatkan kesadaran diri, mencari dukungan dari orang terdekat, dan mengadopsi pandangan yang positif dan sehat terhadap perubahan dalam hidup.
Jika puber kedua mengganggu kesehatan mental, konsultasikan dengan ahli psikologi untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.
Dalam penutup, fenomena puber kedua menunjukkan kompleksitas psikologis individu dalam menghadapi perubahan usia dan identitas.
Dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, perubahan ini bisa menjadi kesempatan untuk pertumbuhan pribadi yang berarti.