Mitos Menyeramkan di Pantai Selatan Jawa, Fakta atau Khayalan?
- account_circle Nugroho
- calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
- print Cetak

Pantai Parangtritis dilihat dsri bukit Paralayang.(foto: instagram @infoparangtritiscom)
Indo1.id Pantai Selatan Jawa merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang mempesona.
Namun, di balik pesona pantainya, tersimpan berbagai mitos menyeramkan yang dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Mitos-mitos tersebut berkaitan dengan sosok penguasa pantai selatan, yaitu Nyi Roro Kidul, dan fenomena alam yang terjadi di pantai tersebut.
Apakah mitos-mitos tersebut memiliki dasar fakta atau hanya khayalan belaka? Berikut ulasannya:
1. Larangan Berpakaian Warna Hijau di Pantai Selatan
Mitos ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang.
Konon, jika ada pengunjung yang nekat menggunakan pakaian warna hijau di pantai selatan, maka ia akan ditarik oleh Nyi Roro Kidul ke dalam istananya yang berada di dasar laut.
Nyi Roro Kidul sendiri digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang selalu mengenakan pakaian serba hijau.
Namun, ternyata ada penjelasan ilmiah di balik mitos ini.
Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, warna hijau merupakan warna yang paling mudah diserap oleh air laut.
Hal ini menyebabkan orang yang mengenakan pakaian hijau akan sulit terlihat jika terjatuh ke laut.
Selain itu, ombak besar dan arus kuat di pantai selatan juga dapat menyebabkan orang yang tercebur ke laut sulit untuk diselamatkan.
2. Penguasa Pantai Selatan Keturunan Raja
Mitos lain yang berkembang di masyarakat adalah bahwa Nyi Roro Kidul merupakan keturunan dari raja-raja Jawa, khususnya Kerajaan Mataram.
Ada beberapa versi tentang asal-usul Nyi Roro Kidul, salah satunya adalah bahwa ia adalah putri dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit.
Dalam versi ini, ia bernama Dewi Kadita dan mengalami penyakit kulit yang membuatnya dibuang ke laut oleh ayahnya.
Di laut, ia bertemu dengan dewa laut yang menyembuhkan penyakitnya dan menjadikannya sebagai ratu pantai selatan.
Namun, versi ini tidak memiliki bukti sejarah yang kuat.
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, nama Dewi Kadita tidak pernah disebutkan dalam naskah-naskah kuno Jawa.
Selain itu, tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan bahwa Prabu Brawijaya V memiliki putri bernama Dewi Kadita.
Jadi, kemungkinan besar mitos ini hanyalah hasil dari imajinasi masyarakat.
3. Sebagai Gerbang Gaib dengan Dimensi Lain
Mitos terakhir yang cukup menyeramkan adalah bahwa pantai selatan merupakan gerbang gaib yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia lain.
Konon, di pantai selatan terdapat banyak makhluk halus dan gaib yang berada di dimensi lain.
Beberapa orang percaya bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tersebut melalui ritual tertentu.
Namun, mitos ini juga tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Tidak ada bukti empiris yang dapat membuktikan adanya dimensi lain atau makhluk gaib di pantai selatan.
Mitos ini mungkin berasal dari pengalaman subjektif atau halusinasi beberapa orang yang mengklaim melihat atau merasakan hal-hal aneh di pantai selatan.
Itulah beberapa mitos menyeramkan di pantai selatan Jawa dan penjelasannya.
Meskipun mitos-mitos tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi mereka tetap menjadi bagian dari kearifan lokal dan budaya masyarakat Jawa.
Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menjaga kekayaan budaya tersebut, sekaligus bersikap kritis dan rasional dalam menyikapi fenomena alam yang terjadi di pantai selatan.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar