Survei Terbaru Poltracking Petakan Elektabilitas Parpol, Gerindra 23,2 Persen
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

Survei Terbaru Poltracking Petakan Elektabilitas Parpol, Gerindra 23,2 Persen
Indo1.id – Peta elektoral partai politik kembali menjadi perhatian setelah Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional bertajuk “Membaca Peta Elektoral & Dinamika Partai Politik” pada 23 September 2026.
Dalam simulasi surat suara yang melibatkan 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan dengan 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,4 persen.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 14–20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.
Poltracking menggunakan metode stratified multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Gerindra 23,2 Persen, PDIP 11,6 Persen
Berdasarkan simulasi surat suara, Gerindra tercatat memperoleh 23,2 persen.
Angka tersebut diikuti PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen dan Partai Golkar 10,4 persen.
Selanjutnya, elektabilitas sejumlah partai berada pada kisaran menengah. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen.
Sementara itu, PAN tercatat 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen. Partai-partai lainnya dalam simulasi tersebut masing-masing berada di bawah 1 persen.
Hasil simulasi elektabilitas Poltracking:
| Partai | Elektabilitas |
|---|---|
| Gerindra | 23,2% |
| PDI Perjuangan | 11,6% |
| Golkar | 10,4% |
| PKB | 6,2% |
| Demokrat | 6,1% |
| NasDem | 4,4% |
| PAN | 3,4% |
| PKS | 3,3% |
| PSI | 2,3% |
| PPP | 1,9% |
| Partai lainnya | <1% |
Angka tersebut merupakan hasil simulasi ketika responden diberikan pertanyaan mengenai partai politik atau calon anggota DPR RI dari partai politik yang akan mereka pilih apabila berada di bilik suara.
Elektabilitas Tidak Berdiri Sendiri
Poltracking tidak hanya mengukur pilihan terhadap partai politik. Survei tersebut juga memotret hubungan publik dengan partai dan persepsi mengenai keterwakilan politik.
Dalam hasil survei, 49,7 persen responden menyatakan masih percaya terhadap partai politik, sedangkan 37,1 persen menyatakan tidak percaya.
Namun, ketika ditanya mengenai kedekatan dengan partai politik, hanya 12,3 persen yang mengatakan merasa dekat atau menjadi bagian dari partai politik.
Sebaliknya, 66,8 persen responden menyatakan tidak merasa dekat dan bukan bagian dari partai politik.
Data tersebut memperlihatkan adanya jarak antara tingkat kepercayaan publik terhadap partai dengan keterikatan langsung masyarakat terhadap organisasi politik.
Gerindra dan PDIP Mengalami Perubahan Dibanding Pengukuran Sebelumnya
Rilis Poltracking juga mencatat adanya perubahan elektabilitas sejumlah partai dalam beberapa periode pengukuran.
Untuk Gerindra, misalnya, elektabilitas tercatat 24,1 persen pada Oktober 2025, kemudian meningkat menjadi 26,1 persen pada Maret 2026.
Setelah itu angkanya tercatat 25,9 persen pada Mei, 23,5 persen pada Juli, dan 23,2 persen pada Agustus 2026.
PDI Perjuangan juga mengalami perubahan dalam periode pengukuran tersebut. Pada pengukuran Agustus 2026, elektabilitasnya berada di angka 11,6 persen.
Namun, angka-angka tersebut merupakan potret pada waktu pengambilan data dan tidak dapat secara otomatis digunakan untuk menggambarkan pilihan pemilih pada masa mendatang.
Poltracking sendiri menegaskan bahwa persepsi publik masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu serta langkah strategis yang dilakukan masing-masing partai politik.
Parliamentary Threshold Ikut Dipotret
Survei Poltracking juga mengukur pandangan masyarakat mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Dari keseluruhan responden, hanya 17,7 persen yang menyatakan mengetahui isu tersebut.
Dari kelompok yang mengetahui isu parliamentary threshold tersebut, sebanyak 49 persen menginginkan ambang batas tetap berada di angka 4 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa isu ambang batas parlemen masih menjadi bagian dari perdebatan mengenai sistem kepemiluan dan keterwakilan politik di Indonesia.
Peta Politik Masih Bisa Berubah
Hasil survei Poltracking memberikan gambaran mengenai preferensi politik masyarakat berdasarkan data yang dikumpulkan pada Agustus 2026.
Gerindra tercatat memperoleh angka tertinggi dalam simulasi surat suara, sementara PDIP dan Golkar berada di bawahnya.
Beberapa partai lain berada di sekitar atau di bawah angka 4 persen dalam pengukuran tersebut.
Namun, survei bukanlah hasil pemilu.
Angka elektabilitas menggambarkan pilihan responden pada saat survei dilakukan, dengan metode dan batas ketidakpastian tertentu.
Kondisi politik, isu nasional, kinerja partai, figur yang ditampilkan, serta dinamika menjelang pemilu dapat memengaruhi pilihan masyarakat.
Karena itu, hasil survei Poltracking lebih tepat dibaca sebagai potret peta elektoral pada Agustus 2026, yang baru dipublikasikan pada September 2026.
Bagi partai politik, angka tersebut dapat menjadi bahan evaluasi. Bagi publik, hasilnya dapat menjadi informasi untuk melihat bagaimana preferensi pemilih berubah dari waktu ke waktu.
Yang terpenting, survei bukan penentu hasil pemilu. Pilihan akhir tetap berada di tangan pemilih ketika pemilu berlangsung.
- Penulis: Ari arjuno

