Kayu Tlogosari: Kayu Setan yang Dapat Ditukar Dengan Kekayaan dan Harta!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
- print Cetak

Kayu telogosari/tlogosari yang punya cerita sejarah. (Foto: Biodiversity Of Singapore)
Indo1.id – Kayu telogosari atau tlogosari berasal dari pohon tlogosari (Palaquium rostratum), sejenis pohon besar yang tumbuh di daerah pesisir pantai seperti Jawa, Maluku, Kalimantan, dan Sulawesi.
Kayu tlogosari memiliki warna merah kecoklatan dengan pola serat yang unik dan indah.
Kayu tlogosari juga memiliki kekuatan, kekerasan, dan ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama dan cuaca.
Kayu tlogosari banyak dimanfaatkan untuk membuat furniture, kapal, atap, pintu, jendela, dan lain-lain.
Kayu tlogosari disebut juga kayu setan karena dipercaya memiliki khasiat mistis dan klenik.
Beberapa orang menganggap kayu tlogosari sebagai sarana untuk menarik harta dari alam gaib atau berkomunikasi dengan Nyi Roro Kidul.
Kayu tlogosari juga dianggap sebagai simbol pemimpin adi luhung dan didengarkan suaranya.
Ada pula yang mengatakan bahwa kayu tlogosari dapat ditukar dengan kekayaan jika diberikan kepada Nyi Roro Kidul.
Namun, semua itu hanyalah mitos dan tidak ada bukti ilmiahnya.
Faktanya, Kayu tlogosari dikenal memiliki kualitas sebagai kayu keras dengan kekuatan tekan dan tarik yang tinggi serta ketahanan terhadap cuaca panas dan lembab.
Kayu ini juga memiliki warna merah kecoklatan dengan pola serat yang unik dan indah.
Selain itu, kayu tlogosari juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Jawa.
Kayu ini telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai bahan dasar pembuatan kapal tradisional yang digunakan untuk berlayar di laut.
Kapal-kapal tersebut menunjukkan daya tahan dan kualitas dari kayu tlogosari yang mampu bertahan di laut untuk waktu yang lama.
Salah satu contoh kapal tradisional yang menggunakan kayu tlogosari adalah kapal pinisi.
Kayu tlogosari juga berkaitan dengan sejarah kerajaan-kerajaan di tanah Jawa, seperti Mataram Islam, Demak, Pajang, Banten, Cirebon, hingga Surakarta dan Yogyakarta.
Kayu ini digunakan sebagai bahan untuk membuat senjata, perabotan, ukiran, hingga elemen bangunan seperti atap, pintu, atau jendela.
Kayu tlogosari juga dipercaya memiliki khasiat magis dan mistis oleh sebagian masyarakat Jawa. Kayu ini diyakini dapat menarik kekayaan dan kesuksesan bagi pemiliknya.
Kayu ini juga dapat ditukar dengan barang-barang berharga lainnya, seperti emas, permata, atau uang.
Namun, beberapa berkeyakinan kayu tlogosari juga memiliki resiko yang besar bagi orang yang tidak berhati-hati dalam menggunakannya.
Kayu ini dapat menimbulkan kesialan atau malapetaka bagi orang yang tidak menghormati atau menyalahgunakan kayu ini.
Oleh karena itu, kayu tlogosari harus digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Kayu ini harus dirawat dengan baik dan diberi sesaji atau doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Kayu tlogosari merupakan jenis kayu yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah tanah Jawa.
Kayu ini tidak hanya memiliki nilai estetika dan fungsional, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Kayu ini juga menjadi saksi bisu dari perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar