Manfaat Pohon Pulai, Kayu Lunak untuk Konstruksi Ringan dan Khasiat Kesehatan Tradisional
- account_circle M Effendi
- calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
- print Cetak

Pohon Pule. (Foto: Facebook Lilis Rachmawati)
Indo1.id – Pohon pulai (Alstonia scholaris) memiliki beragam manfaat yang membuatnya sangat bernilai dalam berbagai aspek kehidupan.
Salah satu manfaat utamanya adalah kayunya yang cenderung lunak, menjadikannya bahan baku yang cocok untuk konstruksi ringan.
Kayu pulai digunakan dalam pembuatan papan tulis, bangku sekolah, pensil, dan berbagai kerajinan kayu seperti wayang golek.
Kelebihan utama kayu pulai adalah kelenturannya, yang memungkinkan untuk dibentuk menjadi berbagai peralatan dengan mudah.
Kayu ini juga dapat ditemukan di berbagai situs belanja online, dengan harga yang dapat berubah sesuai dengan waktu.
Pohon pulai memiliki ciri khas dengan batang yang bercabang dan dapat mencapai ketinggian hingga 40 meter.
Kulit kayunya berwarna cokelat dengan tekstur yang tidak rata, serta mengeluarkan getah putih seperti susu.
Daun pulai bersifat tunggal dan tersusun sebanyak 5 hingga 8 helai pada setiap ranting.
Daun ini memiliki bentuk lonjong, permukaan atas yang licin, pertulangan daun yang menyirip, dan panjang sekitar 10 hingga 23 cm.
Bunga pohon pulai memiliki warna hijau terang hingga putih kekuningan.
Bunga-bunga ini menggantung di ujung tangkai dan memiliki aroma yang wangi saat mekar.
Pohon pulai tumbuh subur di tanah yang kaya akan humus.
Pohon ini dapat tumbuh secara liar di hutan atau dijadikan pohon hias di pekarangan rumah.
Selain manfaat dalam konstruksi dan kerajinan, ekstrak kulit kayu dan daun pohon pulai juga digunakan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan kimianya telah lama dikenal memiliki sifat peluruh dahak, pereda kejang, dan dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Kulit batangnya juga memiliki khasiat dalam pengobatan kencing manis, malaria, dan tekanan darah tinggi.
Penggunaan kulit kayu pohon pulai untuk menurunkan demam melibatkan proses mencuci kulitnya, merebusnya dengan 1 gelas air selama 15 menit, mendinginkannya, menyaring hasil rebusan, menambahkan 1 sendok makan madu, dan meminumnya setelah diaduk merata.
Selain itu, daun pulai diyakini dapat meningkatkan nafsu makan dan membantu meredakan pembengkakan pada payudara akibat ASI yang terhambat.
Bagi yang mengalami masalah kurang nafsu makan, daun pule yang masih muda dapat diolah dengan bawang merah bakar dan sedikit air, lalu disaring untuk diminum.
Meskipun memiliki banyak manfaat, pohon pulai juga dikelilingi oleh berbagai mitos.
Beberapa percaya bahwa pohon ini merupakan tempat tinggal makhluk halus, bahkan menjadi tempat bersemayam “raja jin”.
Namun, mitos tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk tetap membudidayakan pohon pulai, baik untuk khasiatnya atau sebagai pohon peneduh.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar