Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Di Balik “Remang-Remang” Parung: Antara Nafkah, Stigma, dan Realitas yang Tak Pernah Sederhana

Di Balik “Remang-Remang” Parung: Antara Nafkah, Stigma, dan Realitas yang Tak Pernah Sederhana

  • account_circle Hanken Arya
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • print Cetak

Indo1.id – Malam mulai turun di Parung.

Lampu-lampu kecil menyala di sepanjang jalan, sebagian terang, sebagian lain redup—nyaris seperti berusaha bertahan dari gelap yang lebih besar.

Di titik-titik tertentu, deretan warung mulai hidup. Kursi plastik ditata, termos air panas disiapkan, dan aroma kopi bercampur asap rokok perlahan mengisi udara.

Di sinilah istilah “warung remang-remang” menemukan bentuknya—bukan sekadar cerita, tapi pemandangan nyata.

Antara Warung dan Persepsi

Dari dekat, tidak semua yang terlihat sesuai dengan narasi yang beredar.

Beberapa warung benar-benar hanya tempat makan sederhana.
Penjualnya menyapa ramah, menawarkan kopi, mie instan, atau gorengan.

Namun di beberapa titik lain, suasana memang berbeda.
Interaksi lebih cair, lebih personal, dan kadang sulit dijelaskan hanya sebagai “warung biasa.”

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan,
“Ya memang ada yang begitu. Tapi jangan disamaratakan semua. Banyak juga yang murni jualan.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi terasa seperti upaya membela sesuatu yang sudah lama kalah oleh stigma.

Suara dari Balik Meja Warung

Seorang perempuan paruh baya, sebut saja Rina, duduk di balik meja kayu kecil. Ia mengaku sudah berjualan lebih dari lima tahun.

“Kalau siang sepi. Malam baru ada pembeli,” katanya singkat.

Ketika ditanya soal label “remang-remang”, ia hanya tersenyum tipis.

“Mau gimana lagi, orang luar taunya begitu. Padahal saya cuma jual kopi sama rokok.”

Di sisi lain, ada juga cerita yang berbeda.

Seorang pengendara ojek online mengaku sering mendapat order ke titik-titik tertentu di malam hari.

“Ya, ada aktivitas lain juga. Tapi ya itu… semua orang juga tahu, cuma nggak semua ngomong.”

Di sinilah realitas mulai terlihat berlapis—tidak hitam putih, tapi abu-abu.

Ekonomi Malam yang Sulit Dihentikan

Secara kasat mata, aktivitas malam di Parung bukan sekadar fenomena sosial—ini juga soal ekonomi.

Warung-warung kecil ini:

  • bergantung pada arus kendaraan malam
  • melayani pekerja, sopir, hingga pengguna jalan
  • menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga

Ketika siang tidak cukup memberi pemasukan, malam menjadi satu-satunya pilihan.

Namun pilihan itu datang dengan harga:
stigma yang terus menempel.

Pengawasan yang Tidak Konsisten

Beberapa warga menyebut adanya razia atau penertiban dari waktu ke waktu. Namun, efeknya seringkali tidak bertahan lama.

“Kalau ada penertiban, ya tutup sebentar. Nanti buka lagi,” ujar seorang warga lain.

Fenomena ini menunjukkan satu hal:
penanganan yang ada belum menyentuh akar persoalan.

Selama kebutuhan ekonomi tetap ada, dan permintaan tetap hidup, aktivitas serupa akan terus muncul—dengan atau tanpa label.

Parung di Mata Orang Luar

Di luar wilayah ini, citra Parung sudah lebih dulu terbentuk.

Bagi sebagian orang, nama Parung langsung dikaitkan dengan:

  • warung malam
  • aktivitas remang-remang
  • dan berbagai asumsi yang belum tentu seluruhnya benar

Masalahnya, citra seperti ini tidak mudah diubah.

Ia hidup dari cerita ke cerita, dari obrolan ke obrolan, tanpa pernah benar-benar diverifikasi.

Realitas yang Tidak Sesederhana Label

Dari hasil pengamatan lapangan, satu hal menjadi jelas:
Parung bukan hanya tentang “warung remang-remang.”

Ia adalah:

  • ruang hidup bagi pelaku usaha kecil
  • tempat bertemunya kebutuhan ekonomi dan norma sosial
  • wilayah yang terjebak di antara realitas dan persepsi

Sebagian memang sesuai dengan stigma.
Sebagian lagi justru menjadi korban dari generalisasi.

Penutup: Cerita yang Masih Berjalan

Malam semakin larut.
Beberapa warung mulai sepi, sementara yang lain justru baru ramai.

Di tengah lampu yang tidak sepenuhnya terang, kehidupan tetap berjalan—dengan segala kompleksitasnya.

Parung, dengan segala labelnya, bukanlah cerita yang selesai dalam satu sudut pandang.

Karena di balik kata “remang-remang”,
ada manusia, ada kebutuhan, dan ada sistem yang belum benar-benar terselesaikan.

Dan mungkin, sebelum kita memberi kesimpulan,
yang dibutuhkan bukan sekadar opini…

tapi keberanian untuk melihat lebih dekat.

  • Penulis: Hanken Arya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surya Paloh Tak Diundang Jokowi, Strategi Skak Mat Buat Nasdem!

    Surya Paloh Tak Diundang Jokowi, Strategi Skak Mat Buat Nasdem!

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Penggiat Media Sosial, Jhon Sitorus menyoroti apesnya nasib yang dimiliiki oleh Surya Paloh jelang Pilpres 2024. Politikus senior tersebut sedang menjadi bulan-bulanan dari manuver Joko Widodo alias Jokowi. Hal tersebut dapat terlihat dari bagaimana tak diundangnya mereka dalam pertemuan sejumlah ketua umum partai politik dengan Jokowi di Istana. Jhon mengatakan, NasDem merupakan bagian koalisi pemerintahan namun sudah […]

  • Bertha Julia Makin Percaya Diri Sebagai Seorang Penyanyi, Single Perdana Tembus 1,5 Juta View Dalam Waktu 10 Hari !

    Bertha Julia Makin Percaya Diri Sebagai Seorang Penyanyi, Single Perdana Tembus 1,5 Juta View Dalam Waktu 10 Hari !

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Bertha Julia sering memanfaatkan waktu senggangnya untuk melakukan siaran langsung di aplikasi TikTok. Selain berbincang dengan pengikutnya, di situ Bertha juga kerap melampiaskan hobinya menyanyi.  Tak disangka, keisengan itu membuka jalan Bertha Julia untuk jadi penyanyi profesional. Gadis asal Kepulauan Nias itu diboyong seorang produser ke Jakarta, untuk memproduksi single perdananya yang berjudul […]

  • HUT ke 79 RI, PLN Tingkatkan Keandalan Listrik melalui Pemeliharaan SKTT Depok Baru-Depok

    HUT ke 79 RI, PLN Tingkatkan Keandalan Listrik melalui Pemeliharaan SKTT Depok Baru-Depok

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Supriyadi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Komitmen PT PLN (Persero) dalam menjaga keandalan listrik bagi pelanggan terus ditingkatkan. Pasokan listrik yang andal terus dilakukan PLN untuk menjaga kepuasan masyarakat terutama jelang peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-79. Kali ini, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul melakukan pemeliharaan tahap pertama pada Saluran […]

  • Bakar Daun Salam Dalam Rumah, Ternyata Ini Manfaat nya!

    Bakar Daun Salam Dalam Rumah, Ternyata Ini Manfaat nya!

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Daun salam memiliki aroma dan rasa yang khas, sehingga sering digunakan sebagai penyedap dalam berbagai masakan. Selain memiliki keharuman dan kelezatan, daun salam juga memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Daun salam memiliki sifat detoksifikasi yang kuat, melawan infeksi, meningkatkan kesehatan jantung, serta membantu pernapasan. Khasiat daun salam bahkan telah dimanfaatkan sebagai obat […]

  • Manfaat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh, Yuk Simak

    Manfaat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh, Yuk Simak

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Temulawak merupakan salah satu jenis obat herbal yang memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat temulawak yang telah diulas oleh alodoktercom: 1. Mengatasi gangguan pencernaan Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa temulawak memiliki kemampuan dalam mengobati radang lambung atau gastritis. Selain itu, minuman herbal seperti jamu temulawak juga bermanfaat […]

  • Alumni GMNI Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024!

    Alumni GMNI Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024!

    • calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Sebuah kelompok relawan yang terdiri dari alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Relawan tersebut menamakan diri sebagai Barisan Soekarnois Ganjar for President. Deklarasi dukungan tersebut dilakukan di kantor DPP Persatuan Alumni GMNI, Jl Cikini Raya No […]

expand_less