Isu Dedi Mulyadi Pindah ke PSI Dibantah Gerindra Jabar, KDM: Itu Hoaks
- account_circle Hanken Arya
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- print Cetak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Indo1.id = Isu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ramai diperbincangkan.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Gerindra Jawa Barat maupun Dedi Mulyadi sendiri.
Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengatakan dirinya tidak mengetahui dari mana isu tersebut bermula.
Untuk memastikan kebenarannya, Buky mengaku telah menghubungi langsung Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Menurut Buky, Dedi justru merasa heran ketika mengetahui namanya dikaitkan dengan rencana bergabung ke PSI.
“Saya sudah konfirmasi ke KDM bahkan beliau itu terheran-heran. Jadi nggak ada dalam pikirannya,” ujar Buky, Senin (24/8/2026).
Gerindra Sebut Belum Ada Tanda KDM Hengkang
Buky menegaskan sampai saat ini tidak melihat adanya tanda-tanda Dedi Mulyadi akan meninggalkan Gerindra.
Menurutnya, posisi Dedi di internal Gerindra juga masih jelas. KDM masih tercatat sebagai anggota sekaligus memiliki posisi di Dewan Pembina Partai Gerindra.
Buky juga menyinggung sikap politik Dedi yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto.
Karena itu, menurut Buky, kabar mengenai Dedi yang disebut akan berpindah ke PSI tidak memiliki dasar yang jelas.
Ia bahkan mengaku heran karena isu tersebut muncul ketika Dedi masih menjalankan aktivitasnya sebagai kader Gerindra.
Dedi Mulyadi Tegaskan Isu Pindah Partai Adalah Hoaks
Dedi Mulyadi akhirnya memberikan pernyataan langsung mengenai kabar tersebut.
Usai menghadiri Musda DPD Demokrat Jawa Barat di Bandung pada Senin malam, Dedi membantah dirinya akan bergabung dengan PSI.
Dedi mempertanyakan sumber kabar tersebut dan menyebut isu perpindahan dirinya sebagai berita bohong atau hoaks.
“Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra,” tegas Dedi.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi politik Dedi di tengah ramainya spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan partai.
Dengan klarifikasi tersebut, untuk saat ini tidak terdapat indikasi bahwa Dedi sedang mempersiapkan langkah untuk meninggalkan Gerindra.
Aktivitas Dedi di Berbagai Daerah Ikut Disorot
Isu kepindahan Dedi ke PSI sebelumnya juga dikaitkan dengan aktivitasnya yang cukup sering mengunjungi berbagai daerah.
Salah satunya adalah kunjungan Dedi ke Nusa Tenggara Timur setelah wilayah tersebut dilanda gempa. Aktivitas tersebut kemudian dikaitkan oleh sebagian pihak dengan dugaan bahwa Dedi sedang membangun komunikasi dan popularitas di luar Jawa Barat.
Namun, Gerindra Jawa Barat menilai aktivitas tersebut merupakan bagian dari karakter Dedi sebagai seorang pemimpin yang senang turun langsung ke lapangan.
Buky mengatakan Dedi memang bukan tipe pemimpin yang hanya bekerja dari belakang meja.
Menurutnya, Dedi memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat dan cenderung turun langsung ketika melihat masalah yang membutuhkan perhatian.
Bantuan kepada masyarakat terdampak bencana juga dinilai tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan kepentingan politik.
Buky menyebut sejumlah kepala daerah lain juga memberikan bantuan kepada daerah yang terkena bencana sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
PSI Juga Bantah Ada Komunikasi dengan Dedi
Bantahan tidak hanya datang dari Gerindra dan Dedi Mulyadi.
DPP PSI juga menyatakan tidak ada komunikasi dengan Dedi Mulyadi terkait rencana kepindahan atau perekrutan dirinya sebagai kader PSI.
Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengaku tidak mengetahui dari mana isu tersebut berasal.
Menurut Bestari, jika memang terdapat pembicaraan mengenai perekrutan tokoh sekaliber Dedi Mulyadi, dirinya sebagai pengurus bidang politik PSI semestinya mengetahui informasi tersebut.
Namun, sampai saat ini tidak ada komunikasi yang dimaksud.
“Enggak ada itu. Sumber isunya pun enggak ada yang tulis siapa gitu. Jadi ada yang lempar bola liar aja kali ya?” kata Bestari.
PSI Fokus Verifikasi Faktual KPU
Bestari juga membantah anggapan bahwa PSI tengah melakukan pendekatan kepada Dedi Mulyadi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, fokus PSI saat ini adalah menyelesaikan proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dengan demikian, isu mengenai perekrutan Dedi Mulyadi disebut bukan agenda yang sedang dibicarakan partai tersebut.
PSI juga menyatakan masih mempertahankan sikap politiknya terkait Pilpres 2029. Bestari mengatakan partainya masih mengikuti arahan Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo, terkait dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Isu Politik 2029 Mulai Bermunculan
Munculnya isu Dedi Mulyadi pindah partai tidak terlepas dari mulai menghangatnya pembicaraan politik menuju Pemilu 2029.
Dedi Mulyadi merupakan salah satu kepala daerah yang memiliki tingkat popularitas tinggi, khususnya di Jawa Barat. Aktivitasnya yang kerap mendapat perhatian publik membuat setiap langkah politiknya mudah menjadi bahan perbincangan.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menunjukkan Dedi akan meninggalkan Gerindra.
Sebaliknya, Dedi secara terbuka menyatakan dirinya masih berada di Gerindra. Gerindra Jawa Barat juga menyampaikan hal serupa, sementara PSI memastikan tidak ada komunikasi mengenai perekrutan Dedi.
Dengan tiga pihak tersebut memberikan bantahan, isu kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI untuk saat ini lebih tepat disebut sebagai rumor yang belum terbukti, bukan fakta politik.
Gerindra dan PSI Sama Sama Membantah
Kabar mengenai Dedi Mulyadi yang disebut akan pindah dari Gerindra ke PSI akhirnya mendapat bantahan dari berbagai pihak.
Gerindra Jawa Barat menyatakan belum melihat tanda-tanda Dedi akan hengkang. Dedi sendiri menyebut kabar tersebut sebagai hoaks dan menegaskan posisinya di Gerindra.
Sementara PSI memastikan tidak ada komunikasi mengenai rencana perekrutan Dedi.
Dengan demikian, sampai informasi terbaru pada 25 Agustus 2026, tidak ada konfirmasi resmi bahwa Dedi Mulyadi akan meninggalkan Partai Gerindra untuk bergabung dengan PSI.
Perkembangan politik menuju Pemilu 2029 memang masih panjang. Berbagai spekulasi mengenai perpindahan tokoh politik sangat mungkin kembali muncul.
Namun, masyarakat sebaiknya membedakan antara rumor yang beredar di media sosial dengan pernyataan resmi dari tokoh maupun partai politik terkait.
Untuk saat ini, posisi Dedi Mulyadi masih jelas: tetap berada di Partai Gerindra.
- Penulis: Hanken Arya

