Jokowi Ungkap Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Maju dalam 13 Tahun Mendatang, Penting Pilih Pemimpin Yang Tepat
- account_circle M Effendi
- calendar_month Senin, 15 Mei 2023
- print Cetak

πΌππππππ ππ πππππππ ππππππ ππππ’ πππππ 13 ππβπ’π ππππππ‘πππ, ππππ‘πππππ¦π ππππππβππ ππππππππ ππππ πππππ‘ (π»ππππ ππππππππ πππ‘π)
Indo1.id – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara maju dalam 13 tahun ke depan.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Jokowi saat memberikan pidato utama pada Musyawarah Rakyat (Musra) yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (14/5/2023).
“Potensi kita untuk menjadi negara maju terdapat dalam kurun waktu 13 tahun mendatang,” ujar Jokowi.
Pernyataan ini didasarkan pada penelitian dari para ahli baik dalam maupun luar negeri. Pasalnya, sekitar tahun 2030, Indonesia akan mengalami bonus demografi.
“Kesempatan ini hanya ada dalam 13 tahun. Bonus demografi akan terjadi pada tahun 2030-an,” kata Jokowi.
“Dalam sejarah peradaban berbagai negara yang saya amati, peluang seperti ini hanya datang sekali,” kata Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin pada Pemilihan Umum 2024.
Beliau menyatakan bahwa jika masyarakat melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin, maka peluang Indonesia untuk menjadi negara maju akan hilang.
“Jika kita tidak mampu memanfaatkan waktu 13 tahun ini, maka bonus demografi akan terlewatkan dan kita tidak akan bisa memanfaatkannya…,” kata Jokowi.
Jokowi memberikan sedikit jeda sejenak sebelum melanjutkan.
“Kita akan terus menjadi negara yang berkembang,” kata Jokowi.
“Oleh karena itu, pemilihan pemimpin pada tahun 2024 sangatlah penting dan krusial, harus dilakukan dengan tepat dan benar. Saya sudah menyampaikan berkali-kali, jangan membuat keputusan yang gegabah,” ucap Jokowi.
Pada acara tersebut, daftar calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2024 berdasarkan hasil Musra diserahkan kepada Jokowi oleh sejumlah relawan.
Ketua Panitia Musra Panel Barus, didampingi oleh Ketua Dewan Pengarah Andi Gani Nena Wea dan Penanggung Jawab Musra Budi Arie Setiadi, beserta tim, secara langsung menyerahkan hasil Musra tersebut kepada Presiden Jokowi.
Jokowi akan menentukan satu dari tiga calon presiden yang akan didukung berdasarkan hasil Musra dari sejumlah organisasi relawan.
Tiga nama tersebut antara lain, calon presiden dari PDI-P yang juga merupakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Beberapa tokoh juga diusulkan sebagai calon wakil presiden dan diserahkan kepada Presiden Jokowi dalam acara Musra tersebut.
Mereka di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar