Beri Bantuan Korban Angin Bojonegoro, Khofifah Didampingi Bupati Anna
- account_circle Hanken Arya
- calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
- print Cetak

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (baju putih) bersama dengan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah (baju hitam) saat meninjau salah satu rumah terdampak musibah angin kencang Bojonegoro
Indo1.id – Bojonegoro – Musibah angin kencang yang menimpa Kabupaten Bojonegoro pekan ini mendapat perhatian tersendiri dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Saat berkunjung ke desa terdampak, Khofifah didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.
Desa terdampak yang dikunjungi Gubernur Khofifah adalah Desa Prambatan, Kecamatan Balen. Mantan Mensos ini sempat melihat secara langsung sebagian kondisi rumah Maiban (70) yang rusak dan kini hanya ditopang penyangga bambu. Rumah berpenyangga bambu ini masih dihuni oleh istri Maiban dan seorang anaknya.
Usai melihat kondiris rumah warga, Khofifah yang didampingi Wabup Bojonegoro Budi Irawanto ini segera memberikan santunan sembako kepada 70 warga yang rumahnya rusak dan roboh.
“Alhamdulillah, dapat bantuan sembako dari ibu gubernur. Rumah saya kemarin ambruk kena angin,” kata Wartini Warga Desa Prambatan, Selasa (12/11) siang tadi.
Sejauh ini, korban terdampak angin kencang di Bojonegoro telah mencapai 1.300 rumah rusak. Khofifah berharap kepada pemda agar segera melakukan pendataan dan identifikasi sehingga bisa diberikan bantuan rumah layak huni. Dananya nanti bisa disinergikan antara kabupaten dengan provinsi.
“Kami cocokan antara BPBD Provinsi dan Bojonegoro, jumlah dari 12 kecamatan dan 1.300 lebih korban rumah rusak berat, sedang dan ringan, nanti di identifikasi. Kami berharap bantuan tidak terduga itu bisa dikeluarkan jika ada surat kalau ini darurat dari Pemkab Bojonegoro. Kalau nanti ini darurat karena jumlahnya yang besar nanti pemprov bisa mensuport dari bantuan tidak terduga,” terang Khofifah.
Khofifah juga menjelaskan bahwa laporan dari BMKG, masih ada kecenderungam cuaca ekstrem di masa pancaroba pekan ini.
“Ada angin kencang yang tanpa hujan, ada yang angin kencang bersamaan dengan hujan. Seyognyanya kondisi seperti ini tim BPBD bisa membangun komunikasi secara real time dengan BMKG,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Bupati Anna menuturkan terkait kondisi darurat bencana angin kencang ini sudah dirapatkan agar bisa ditindaklanjuti sesegera mungkin.
“Sedang dalam proses, tanggal 10 kami sudah rapat dan kami akan menetapkan ini sebagai kawasan darurat. Supaya kami bisa mengeluarkan bantuan tidak terduga,” kata Bupati Anna. (AA12)
- Penulis: Hanken Arya


Saat ini belum ada komentar