Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata dan Hotel » Mengenal Kerajinan Warak Ngendog Tradisi Budaya Kota Semarang.

Mengenal Kerajinan Warak Ngendog Tradisi Budaya Kota Semarang.

  • account_circle M Effendi
  • calendar_month Senin, 6 Feb 2023
  • print Cetak

Indo1.id II Semarang punya warna yang berbeda. Di sinilah akulturasi budaya menjadi ciri khas warga saat menyambut bulan suci.

Keragaman budaya hidup erat berdampingan sejak lama di kota Semarang. Dan itu disimbolkan dengan sebuah replika binatang bernama warak.

Bentuknya berupa binatang perpaduan kambing yang melambangkan budaya Jawa dan binatang onta yang melambangkan budaya Arab.

Sebutan ini diberikan oleh ulama Semarang lebih dari seabad lalu. Asalnya dari bahasa Arab wara’i. Yang artinya suci.

Bicara warak tak bisa lepas dari Kampung Purwodinatan Semarang. Di sinilah warga secara turun temurun menjadi perajin warak.

Menurut Agung, salah satu perajin warak sekaligus tokoh budaya setempat, warak mempunyai banyak filosofi.

Warak itu harus ngendit, ngendog, dan ngeden. Itu menggambarkan nilai filosofi maisng-masing, jelas Agung.

Ngendit itu seperti ada semacam garis di pinggang yang menurut marwah para ulama diberi garis hitam, itu melambangkan mengikat nafsu dan amarah.

Ngeden, ya badan, ekor, leher, kaki itu kaku, bulunya juga kaku menghadap ke atas yang melambangkan menahan sikap waktu bulan puasa. Terus ada ngendog atau bertelur di bawahnya, yang artinya semua ibadah itu akan menghasilkan yang baik,

Warak mainan ini sangat disukai anak-anak. Makanya para perajin membuatnya lebih banyak.

Dalam versi yang lain menurut berbagai literatur, warak punya kepala berbentuk naga. Ini juga merupakan sebuah akulturasi budaya. Sebab di Semarang pada perkembangan selanjutnya juga hidup masyarakat etnis Tionghoa.

Sebagian dari mereka juga muslim. Maka warak pun menjadi simbol perpaduan tiga budaya. Yaitu Arab, Jawa, dan Tionghoa.

Bahan utama yang dipakai adalah kertas dan kayu, untuk membentuk badan dipakai kertas kardus, dan kerangkanya memakai kayu bekas kotak.

Semuanya dirangkai membentuk replika binatang warak. Untuk bulu-bulunya, bahan yang dipakai adalah kertas minyak.

Pesanan warak sesuai permintaan. Baik ukuran, bentuk, warna, dan variasi hiasan. Harganya menyesuaikan pesanan.

  • Penulis: M Effendi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Kemendag Jadi Tersangka, Penyebab Langkanya Minyak Goreng

    Dirjen Kemendag Jadi Tersangka, Penyebab Langkanya Minyak Goreng

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    indo1.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag) berinisial IWW sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil atau CPO (minyak goreng). Selain itu, Kejaksaan Agung juga menetapkan tiga tersangka lainnya yang merupakan petinggi di tiga perusahaan minyak goreng. “Para tersangka dilakukan penahanan, IWW dan masing-masing tersangka […]

  • Cathryn Li, Selebgram Negeri Jiran Tuai Hujatan Usai Pamer Tabungan Rp 130 M

    Cathryn Li, Selebgram Negeri Jiran Tuai Hujatan Usai Pamer Tabungan Rp 130 M

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Seorang selebgram sekaligus pianis asal Malaysia, Cathryn Li, menjadi sorotan netizen karena aksinya yang dianggap sombong dan pamer. Wanita berusia 33 tahun itu memposting video di media sosialnya yang menunjukkan saldo tabungannya sebesar 40,36 juta Ringgit atau setara dengan Rp 130 miliar. Video itu pun viral dan mendapat berbagai komentar dari netizen. Beberapa […]

  • Prabowo Subianto Disambut Bak Presiden di Konsolidasi Gerindra Bogor

    Prabowo Subianto Disambut Bak Presiden di Konsolidasi Gerindra Bogor

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat sambutan meriah dari ribuan kader dan simpatisan partainya saat menghadiri rapat konsolidasi di Kota Bogor, Minggu (25/6/2023). Prabowo disambut dengan teriakan “Prabowo, Presiden” yang menggema di lokasi acara. Prabowo tiba di Sukasari, Kota Bogor, sekitar pukul 11.40 WIB. Dia didampingi oleh sejumlah pengurus partai, seperti Wakil […]

  • Kucing Ashera Termahal di Dunia dengan Harga Hingga Milyaran Rupiah

    Kucing Ashera Termahal di Dunia dengan Harga Hingga Milyaran Rupiah

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kucing bukan hanya menjadi hewan peliharaan biasa, tetapi juga merupakan simbol kemewahan bagi beberapa orang. Di antara berbagai ras kucing yang ada, ada yang memegang predikat sebagai yang termahal di dunia. Salah satu ras kucing yang memikat perhatian para pecinta kucing adalah Ashera. Ashera, sebuah ras kucing yang langka dan eksklusif, telah menempati […]

  • Ternyata Banyak Manfaat Buah Salak bagi Kesehatan, Apa Saja?

    Ternyata Banyak Manfaat Buah Salak bagi Kesehatan, Apa Saja?

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Olivia Putri
    • 0Komentar

    Indo1.id – Buah salak, atau dikenal sebagai snake fruit karena kulitnya yang bersisik, merupakan buah tropis dengan rasa manis dan asam yang khas. Selain rasanya yang unik, buah ini kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat buah salak: 1. Kaya Akan Antioksidan Salak mengandung antioksidan seperti flavonoid, beta-karoten, dan tanin. Antioksidan […]

  • Mitos Misteri dan Sejarah Toko Merah di Kawasan Kota Tua Jakarta

    Mitos Misteri dan Sejarah Toko Merah di Kawasan Kota Tua Jakarta

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Toko Merah, sebuah gedung tua yang menjadi ikon Kota Tua Jakarta, menyimpan sejarah yang kaya akan mitos dan tragedi. Dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff, gedung ini memadukan arsitektur kental budaya Tionghoa dengan dominasi warna merah orientalnya. Nama “Toko Merah” diberikan pada abad ke-19 saat bangunan ini jatuh ke […]

expand_less