Jejak Sejarah Sendang Mintoloyo Hutan Kota TBRS Semarang.
- account_circle M Effendi
- calendar_month Rabu, 8 Feb 2023
- print Cetak

Jejak Sejarah Sendang Mintoloyo Hutan Kota TBRS Semarang.
Indo1.id II Dalam perjalanan peradaban manusia, sendang dan sungai memiliki filosofi sumber panguripan (sumber kehidupan) yang melambangkan kemakmuran bagi warga sekitar. Maka masyarakat dulu, mengenal istilah tradisi ritual seperti sedekah bumi, nyadran selametan, dan lain-lain.
Kota Semarang, khususnya di sekitar Genuk Krajan, Peleburan, dan Wonodri ada beberapa sendang dan sumber mata air yang dimanfaatkan oleh warga.
Salah satunya adalah Sendang Mintoloyo atau dikenal masyarakat dengan sebutan Sendang TBRS, karena lokasinya memang berada di dalam kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Belum banyak yang tahu tentang keberadaan sendang ini.
Lokasi sendang berada paling pojok, berdekatan dengan makam Mbah Mintoloyo, dikelilingi permukiman warga dan gedung Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, serta taman permainan Wonderia Semarang, di Jalan Sriwijaya.
Setelah beberapa kali menjadi pusat kegiatan, Sendang Mintoloyo di dalam komplek TBRS kini memang semakin banyak dikenal.
Menengok lebih dalam sendang ini, keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari empat makam di sekitarnya.
Paling dekat adalah makam Mbah Mintoloyo yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter. Kemudian makam Mbah Balal di belakang Gedung Wanita, dan Mbah Kliwon di dalam komplek Wonderia.
Selain Mbah Kliwon, di dalam kompleks Wonderia juga ada dua makam lagi yang dikenal sebagai makam pasangan suami isteri Mbah Genuk.
Mbah Genuk menurut cerita dari turun-temurun orang tua dulu masih satu era dengan Ki Ageng Pandanaran.
Pada masa wali Kota Semarang Iman Suparto air sendang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air Pekan Raya dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah tahun 1981 kala itu.
Dari jejak yang tersisa bangunan pompa air yang masih berdiri hingga sekarang memiliki artefak yang menerangkan sendang berdebit 4 liter perdetik.
Air sendang mintoloyo dipercayai orang membawa berkah sehingga banyak orang dari luar daerah yang datang hanya ingin mencari dan membawa pulang air sendang.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar