Waspada, Ada Virus Subvarian Covid Bernama Arcturus!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
- print Cetak

Virus subvarian baru Covid-19 yang bernama Arcturus. (Dok. Halodoc)
Indo1.id – Virus subvarian baru Covid-19 yang disebur Arcturus tengah menjadi perbincangan dan kekhawatiran di masyarakat. Ternyata, Strain subvarian itu sudah terdeteksi di beberapa negara seperti India dan Inggris.
Berdasarkan berita The Independent, sebuah penelitian menunjukkan bahwa Arcturus lebih menular hingga 1,2 kali lipat daripada sub-varian utama terakhir.
Subvarian Omicron XBB.1.16 ini pertama kali diidentifikasi pada Januari dan telah dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 22 Maret 2023.
Dr Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid, memperkirakan subvarian itu sudah beredar selama beberapa bulan.
“Subvarian ini memiliki satu mutasi tambahan pada lonjakan protein, yang, menurut penelitian laboratorium, menunjukkan peningkatan infektivitas serta potensi peningkatan patogenisitas,” terang Van Kerkhove.
Arcturus merupakan salah satu dari 600 subvarian yang dihasilkan dari Omicron. Meski tampaknya tidak lebih mematikan dari yang lain. Sejauh ini subvarian tersebut telah terdeteksi di 22 negara, termasuk Inggris dan AS.
Di India, kementerian kesehatan negara itu melaporkan 40.215 kasus Covid aktif pada 12 April, naik 3.122 hanya dalam satu hari. Lonjakan kasus ini mendorong masyarakat untuk kembali wajib mengenakan masker di beberapa negara bagian dan meningkatkan produksi vaksin.
Dr Vipin Vashishtha, dokter anak dan mantan kepala Komite Imunisasi Akademi Pediatri India, menuturkan di The Hindustan Times bahwa gejala Arcturus adalah demam tinggi, batuk dan konjungtivitis atau mata merah yang gatal.
Kemudian, menurut The Daily Mail, Profesor Paul Hunter dari University of East Anglia mengatakan kepada bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan Inggris menghadapi lonjakan baru infeksi yang didorong oleh Arcturus
Sementara itu, para ilmuwan di Universitas Tokyo menyebut bahwa Arcturus menyebar sekitar 1,17 hingga 1,27 kali lebih efisien daripada varian sebelumnya.
Peneliti pun memperingatkan bahwa Arcturus akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat, mengingat bahwa subvarian ini memiliki kekebalan terhadap antibodi yang tertinggal di tubuh dari infeksi Covid sebelumnya.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar