Ketersediaan BBM dan LPG di Jawa Timur Selama Musim Mudik Lebaran 2023, Dijamin Oleh Pertamina.
- account_circle M Effendi
- calendar_month Sabtu, 15 Apr 2023
- print Cetak

πΎππ‘πππ ππππππ π΅π΅π πππ πΏππΊ ππ π½ππ€π ππππ’π ππππππ ππ’π ππ ππ’πππ πΏππππππ 2023, π·ππππππ πππβ ππππ‘πππππ. (πΉππ‘π πΌππ π‘πππππ @ππππ‘πππππ)
Indo1.id – Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) selama periode arus mudik dan balik di Jawa Timur aman dan cukup memadai. Ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati tradisi mudik dan merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Dwi Puja Ariestya, Executive GM Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, secara tegas mengatakan hal tersebut.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tidak perlu membeli bahan bakar secara berlebihan di awal, karena persediaannya tetap terjaga.
“Dalam persediaan stok kami yang tersebar di seluruh Jatimbalinus, Pertamina melakukan build up stock hingga 10-15% untuk BBM dan LPG, dengan memperhatikan kenaikan konsumsi harian secara selektif,” ujar Dwi Puja Ariestya.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkirakan kenaikan konsumsi BBM terjadi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, terutama pada H-10 dan H+10 Idul Fitri di Wilayah Jatimbalinus.
Untuk konsumsi BBM jenis Gasoline (bensin), terjadi kenaikan sebesar 7,1% dari rata-rata normal 17.963 kilo liter. Sementara itu, konsumsi Gas Oil (diesel) mengalami penurunan sebesar 10,6% dari rata-rata normal 8.119 kilo liter. Adapun konsumsi BBM Khusus KAI meningkat sebesar 4,5% dari rata-rata normal 143 kilo liter.
Sementara itu, konsumsi bahan bakar laut turun sebesar 5% dari rata-rata normal 605 kiloliter. Meskipun terjadi kenaikan untuk transportasi penumpang, tetapi transportasi barang via laut menurun signifikan pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2023.
Konsumsi Avtur untuk penerbangan meningkat sebesar 13,3% dari rata-rata normal 2.428 kiloliter, sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan.
Pertamina memperkirakan kenaikan konsumsi LPG sebesar 7,9% dari konsumsi normal 5.787 metrik ton, terdiri dari LPG 3 kg yang meningkat sebesar 7,3% dari konsumsi normal 5.614 metrik ton dan LPG non-subsidi yang meningkat sebesar 27,4% dari konsumsi normal 173 metrik ton.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar