Samsung Memilih Google Sebagai Mesin Pencarian Default Pada Perangkat Galaxy
- account_circle M Effendi
- calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
- print Cetak

ππππ π’ππ ππππππβ πΊπππππ πππππππ πππ ππ πππππππππ π·ππππ’ππ‘ ππππ πππππππππ‘ πΊππππ₯π¦ (π΄π¦ππ‘ππππ πππ‘π)
Indo1.id – Pada bulan April, Samsung memicu kekhawatiran dengan rumor tentang penggantian Google Search dengan Microsoft Bing pada ponsel Galaxy.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, Samsung memutuskan untuk menunda pengkajian internal terkait penggantian mesin pencarian Google pada aplikasi Samsung Internet di perangkat Galaxy.
Meskipun Samsung berpikir bahwa beralih ke Bing tidak akan menjadi masalah karena penggunaan Samsung Internet Browser rendah dan sebagian besar pengguna perangkat Galaxy menggunakan peramban Chrome atau peramban mobile lainnya.
Namun, Samsung memutuskan untuk menunda diskusi karena khawatir tentang dampaknya pada pasar dan bagaimana Google akan menanggapinya, karena kedua perusahaan telah memiliki sejumlah kemitraan.
Samsung menggunakan sistem operasi Google Android di ponselnya dan baru-baru ini bermitra dengan Google untuk mempromosikan Galaxy S23 Ultra.
Google juga membeli chipset dari Samsung dan merupakan pelanggan dari Samsung Foundry, yang memproduksi chipset untuk pelanggan lain. Sumber juga menyebut bahwa Samsung tidak sepenuhnya menyerah dalam mengganti Google Search dengan Bing.
Namun, sejak rilisnya Galaxy S pertama pada tahun 2010, Google telah menjadi mesin pencarian default pada ponsel Samsung.
Sebelumnya, Samsung mengumumkan edisi terbatas Galaxy S23 Ultra Phantom Black 8/256GB yang dilengkapi dengan perangkat lain.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar