Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata dan Hotel » Wisata Edukatif, Misteri UFO di Prasasti Candi Mendut, Pasti Tertarik!

Wisata Edukatif, Misteri UFO di Prasasti Candi Mendut, Pasti Tertarik!

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
  • print Cetak

Indo1.id – Candi Mendut adalah candi agama Buddha yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Candi ini merupakan salah satu dari tiga serangkai candi di Magelang bersama dengan Candi Borobudur dan Candi Pawon.

Candi Mendut diduga dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Indra dari Wangsa Syailendra, berdasarkan Prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi.

Candi Mendut memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Bahan bangunannya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam.

Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya.

Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil.

Di dalam induk candi terdapat tiga arca Buddha besar, yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra, Awalokiteśwara (Padmapāņi), dan Wajrapāņi.

Di dinding candi terdapat relief-relief Boddhisatwa, kalpataru, dua bidadari, Harītī, dan Āţawaka. Di bawah tangga terdapat relief-relief cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka.

Salah satu relief yang menarik perhatian adalah relief yang menggambarkan seorang brahmana dan seekor kepiting. Relief ini terletak di sisi kiri tangga naik menuju pintu masuk candi.

Relief ini menampilkan seorang brahmana yang sedang berjalan dengan membawa seekor kepiting di pakaiannya. Di belakangnya terlihat seekor burung elang yang sedang terbang.

Relief ini menimbulkan berbagai tafsiran dan spekulasi dari para peneliti dan pengamat candi. Ada yang mengatakan bahwa relief ini merupakan simbol dari perjalanan spiritual seorang brahmana menuju pencerahan Buddha.

Ada juga yang mengatakan bahwa relief ini merupakan cerita moral tentang kesetiaan seekor kepiting kepada brahmana yang menyelamatkannya dari elang.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa relief ini bukanlah menggambarkan seekor kepiting, melainkan sebuah benda terbang misterius atau UFO (Unidentified Flying Object).

Menurut mereka, bentuk benda tersebut mirip dengan cakram terbang atau piring terbang yang sering dikaitkan dengan UFO. Mereka juga mengklaim bahwa elang di belakangnya bukanlah seekor burung, melainkan sebuah pesawat jet tempur yang mengejar UFO tersebut.

Teori ini tentu saja sangat kontroversial dan tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Para ahli arkeologi dan sejarah menolak teori ini sebagai bentuk dari pseudosains atau ilmu semu yang tidak berdasarkan metode ilmiah yang valid.

Mereka menegaskan bahwa relief tersebut adalah bagian dari cerita fabel yang populer di masa pembangunan candi.

Cerita fabel tersebut adalah sebagai berikut: Seorang brahmana bernama Dwijeswara datang dari dunia bawah untuk bersembahyang di gunung.

Di puncak gunung ia bertemu dengan seekor kepiting bernama Astapada yang sedang terancam oleh seekor elang bernama Suparna. Brahmana itu kemudian menyelamatkan kepiting itu dengan membawanya di pakaiannya.

Kepiting itu sangat berterima kasih kepada brahmana itu dan bersumpah untuk setia kepadanya.

Brahmana itu pun mengajak kepiting itu untuk tinggal bersamanya di dunia bawah. Namun, di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seekor kura-kura bernama Akupara yang menawarkan diri untuk mengangkut mereka dengan cangkangnya.

Brahmana itu menyetujui tawaran kura-kura itu dan menaiki cangkangnya bersama dengan kepiting itu. Namun, di tengah sungai, kura-kura itu berniat untuk menenggelamkan mereka dan memakannya.

Kepiting itu pun segera menyadari niat jahat kura-kura itu dan menggigit lehernya dengan kuat. Kura-kura itu pun mati dan terapung di permukaan air.

Brahmana itu sangat kagum dengan kesetiaan kepiting itu dan memuji-mujinya. Ia pun membawa kepiting itu ke dunia bawah dan menjadikannya sebagai sahabatnya. Mereka pun hidup bahagia selamanya.

Demikianlah cerita fabel ternyata yang menjadi latar belakang relief brahmana dan kepiting di Candi Mendut. Cerita ini mengandung pesan moral tentang pentingnya kesetiaan, keberanian, dan kebaikan hati.

Cerita ini juga menunjukkan bahwa Candi Mendut tidak hanya merupakan bangunan suci, tetapi juga sarana pendidikan dan hiburan bagi masyarakat di masa lalu.

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toca Boca Unlock All Mod Apk, Aplikasi Modifikasi Yang Menyediakan Semua Fitur dan Item Secara Gratis!

    Toca Boca Unlock All Mod Apk, Aplikasi Modifikasi Yang Menyediakan Semua Fitur dan Item Secara Gratis!

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Toca Boca adalah sebuah game edukasi dan kreatif yang dibuat oleh Toca Boca AB, sebuah perusahaan asal Swedia yang berfokus pada game anak-anak. Game ini telah diunduh lebih dari 200 juta kali di Google Play Store dan mendapatkan rating 4,4 dari 5 bintang. Game ini menawarkan berbagai jenis game yang bisa dimainkan oleh […]

  • JBL Party Box, Speaker Portabel dengan Suara dan Lampu yang Mengagumkan

    JBL Party Box, Speaker Portabel dengan Suara dan Lampu yang Mengagumkan

    • calendar_month Minggu, 19 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Indo1.id – JBL Party Box adalah seri speaker portabel yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pesta yang luar biasa. Speaker ini memiliki suara yang kuat, lampu yang dinamis, dan fitur yang praktis. Ada beberapa model JBL Party Box yang tersedia di pasaran, seperti Party Box 1000, Party Box 710, Party Box 310, Party Box 110, Party […]

  • Super Eksotis, Pantai Merah Muda Nusa Tenggara Timur Tawarkan View Romantis Nan Epic!

    Super Eksotis, Pantai Merah Muda Nusa Tenggara Timur Tawarkan View Romantis Nan Epic!

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pantai Merah Muda merupakan salah satu keindahan alam yang tersimpan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab keindahannya ini lah Pantai Merah Muda menjadi salah satu tempat wisata di NTT. Banyak pengunjung domestik maupun mancanegara yang menikmati liburan di pantai tersebut. Yang menarik dari pantai ini adalah pasirnya yang berwarna pink. Warna itu  muncul […]

  • Hasil Laga BRI Liga 1: Bali United Comeback dan Kalahkan PSM Makassar 3-2

    Hasil Laga BRI Liga 1: Bali United Comeback dan Kalahkan PSM Makassar 3-2

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id  – Bali United berhasil meraih kemenangan dramatis atas PSM Makassar dengan skor 3-2 dalam lanjutan BRI Liga 1 pekan kedelapan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (11/8/2023). Tim tuan rumah bangkit dari ketertinggalan dua gol dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membalikkan keadaan. Bali United yang berstatus sebagai juara […]

  • Royal Match: Game Teka-Teki yang Menantang dan Menghibur

    Royal Match: Game Teka-Teki yang Menantang dan Menghibur

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Royal Match adalah game teka-teki yang dikembangkan oleh Dream Games, Ltd. Game ini menawarkan pengalaman bermain yang menarik dan seru, dengan berbagai level yang menantang dan menghibur. Dalam game ini, kamu akan membantu Raja Robert mendekorasi kastilnya dengan cara menyapu warna dan menyelesaikan teka-teki mencocokkan 3 objek. Game ini memiliki banyak fitur yang […]

  • Mitos Kampung Gajah Wonderland Bandung, Tempat Wisata yang Kini Jadi Kota Mati

    Mitos Kampung Gajah Wonderland Bandung, Tempat Wisata yang Kini Jadi Kota Mati

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kampung Gajah Wonderland Bandung adalah salah satu tempat wisata yang pernah populer di Jawa Barat. Tempat wisata ini menawarkan berbagai macam wahana permainan, seperti water park, flying fox, ATV, paintball, dan lain-lain. Tempat wisata ini juga memiliki patung-patung gajah raksasa yang menjadi ikonnya. Namun, sejak tahun 2017, tempat wisata ini tidak beroperasi lagi […]

expand_less