Benarkah Selingkuh Dipengaruhi Faktor Genetik Keluarga?
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
- print Cetak

Penggambaran orang sedang melakukan kebohongan. (Foto: pixabay)
Indo1.id – Selingkuh adalah perilaku yang sering menimbulkan masalah dalam hubungan percintaan.
Banyak faktor yang bisa memicu seseorang untuk berselingkuh, mulai dari ketidakpuasan, kebosanan, hingga godaan.
Namun, apakah selingkuh juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik keluarga?
Beberapa kasus perselingkuhan yang terjadi di kalangan artis menunjukkan adanya kemiripan perilaku antara anggota keluarga yang terlibat dalam perselingkuhan.
Misalnya, Raffi Ahmad, Alshad Ahmad, dan Syahnaz Sadiqah yang diduga berselingkuh dengan orang lain saat masih berstatus menikah atau berpacaran.
Lantas, apakah benar perselingkuhan terjadi karena faktor genetik keluarga?
Dilansir dari Insider, Psikoterapis klinis berlisensi, Dr. LeslieBeth (LB) Wish, mengatakan kecenderungan selingkuh bisa dipengaruhi oleh orangtua, saudara, atau keluarga.
Pelaku selingkuh bisa jadi mencontoh perilaku tersebut dari orang tua maupun saudara.
“Jika ibu Anda makan berlebihan, atau ayah Anda berselingkuh, Anda melihat perilaku itu,” kata Wish. “Anda melihat suasana hati orang tua Anda, dan Anda belajar tanpa mengetahui bahwa Anda sedang belajar tentang cara mengelola perasaan.”
Wish menjelaskan bahwa selingkuh bisa menjadi perilaku maladaptif, yaitu respons negatif terhadap perasaan tidak bahagia dalam suatu hubungan.
Orang yang berselingkuh mungkin mencari sensasi atau pelarian dari masalah yang dihadapi.
Selain faktor lingkungan keluarga, ada juga penelitian yang mencurigai adanya peran genetik dalam tindakan selingkuh seseorang.
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Bringhamton University, New York pada 2010 menemukan bahwa ada gen tertentu yang diduga mampu memengaruhi perilaku seksual seseorang.
Gen tersebut adalah DRD4, yang dikenal sebagai gen ‘pencari sensasi’. Gen ini dimiliki oleh sekitar 20 persen dari populasi manusia yang diwariskan dari orang tua ke anak. Gen ini juga dikaitkan dengan tindak alkoholisme dan perjudian.
Para peneliti menguji sampel DNA dari 181 orang dewasa muda dan memberikan kuesioner tentang perilaku seksual mereka.
Hasilnya, mereka yang memiliki gen DRD4 lebih rentan untuk mencari sensasi dan tertarik pada godaan yang seharusnya tidak mereka lakukan, seperti selingkuh tanpa alasan.
Menurut peneliti utama studi tersebut, Justin R. Gracia, kecenderungan mencari sesnsasi ini timbul akibat pelepasan hormon dopamin. Hormon dopamin bertindak dalam memberikan rasa senang dan motivasi pada seseorang.
Namun demikian, faktor genetik bukanlah alasan mutlak untuk berselingkuh. Masih ada faktor lain yang berperan dalam mempengaruhi pilihan seseorang untuk setia atau tidak dalam hubungan.
Selain itu, setiap orang juga memiliki tanggung jawab dan kontrol atas perilaku mereka sendiri.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar