Travel Blog: Bercengkrama Bersama Sahabat di Alor, Surga Bawah Laut dan Budaya Nan Memukau!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Senin, 10 Jul 2023
- print Cetak

Suasana sunset di Alor. (Foto: instagram @yoniarhufan)
Indo1.id – Halo, teman-teman! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya berlibur ke Alor, sebuah pulau yang terletak di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Alor adalah nama kabupaten, kepulauan, sekaligus pulau utama dari kepulauan tersebut. Alor memiliki 20 pulau dan 17 kecamatan.
Saya pergi ke Alor bersama tiga orang teman saya yang juga hobi menyelam.
Kami memilih Alor karena mendengar banyak pujian tentang keindahan bawah lautnya yang masih alami dan beragam.
Selain itu, kami juga penasaran dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Alor yang masih terjaga.
Kami terbang dari Jakarta ke Kupang, lalu lanjut dengan pesawat kecil menuju Bandara Mali di Kalabahi, kota utama dan ibu kota Kabupaten Alor.
Perjalanan dari Kupang ke Kalabahi memakan waktu sekitar satu jam. Dari bandara, kami naik taksi menuju penginapan kami yang berada di Pulau Kepa.
Pulau Kepa adalah salah satu pulau kecil yang berada di sebelah barat laut Pulau Alor.
Kami menginap di sebuah homestay sederhana yang bernama La P’tite Kepa. Homestay ini juga menyediakan fasilitas diving dan snorkeling bagi tamunya.
Kami menghabiskan empat hari di Alor dengan menyelam di beberapa spot yang menakjubkan.
Salah satu spot favorit kami adalah Anemone Valley, sebuah lembah bawah laut yang dipenuhi dengan anemon berwarna-warni dan ikan badut yang lucu.
Kami juga melihat banyak makhluk laut lainnya, seperti hiu karang, pari manta, napoleon wrasse, barracuda, tuna, kerang raksasa, kuda laut, nudibranch, dan lain-lain.
Selain menyelam, kami juga menjelajahi daratan Pulau Alor dan mengunjungi beberapa desa adat yang masih mempertahankan tradisi leluhurnya.
Terlihat apik rumah-rumah tradisional yang berbentuk piramida dan ditutupi dengan daun kelapa.
Kami juga melihat koleksi moko, yaitu alat musik perunggu yang mirip dengan gendang.
Moko adalah benda pusaka yang sangat berharga bagi masyarakat Alor. Moko dipercaya berasal dari Vietnam dan dibawa oleh pedagang-pedagang zaman dahulu.
Moko digunakan sebagai alat tukar dalam upacara adat, seperti pernikahan atau pemakaman.
Salah satu desa adat yang kami kunjungi adalah Takpala, yang berada di Kecamatan Lembur Barat, Alor Tengah Utara.
Di sana kami disambut dengan tarian adat dan musik bambu oleh warga setempat. Kami juga mencicipi makanan khas Alor, seperti jagung bakar, ikan asap, dan sayur daun kelor.
Kami sangat menikmati liburan kami di Alor. Kami merasa puas dengan keindahan bawah lautnya yang luar biasa dan budayanya yang memukau.
Kami juga merasa senang bisa bercengkrama bersama kawan-kawan kami dan mengenal lebih dekat masyarakat Alor yang ramah dan sopan.
Alor adalah destinasi wisata yang sangat direkomendasikan bagi para pecinta alam dan budaya.
Jika kamu ingin berkunjung ke sana, jangan lupa untuk membawa perlengkapan diving atau snorkeling sendiri atau menyewanya dari penginapan atau operator lokal.
Juga jangan lupa untuk menghormati adat istiadat setempat dan menjaga kebersihan lingkungan.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar