Kader Golkar Laporkan Airlangga Hartarto ke Dewan Etik, Sekjen Soksi: Langkah Ketum Sudah Sesuai!

  • Bagikan
Zulkifli Hasan, Airlangga Hartanto, Prabowo Subianto, Dan Muhaimin Iskandar di Museum Naskah Proklamasi Jakarta. (Foto: twitter @ZUL_Hasan)

Ilyas Indra menilai, bahwa laporan tersebut tidak tepat karena Langkah Ketua Umum Partai Golkar dalam memberikan dukungan Presiden Kepada Bapak Prabowo Subianto tentu sudah sesuai dengan mekanisme organisasi dan relevansi kondisi politik kebangsaan.

Pada mekanisme organisasi melalui Rakernas pada 04 Juni 2023 mengenai Capres Keputusan dimandatkan kepada Ketua Umum Partai Golkar untuk melakukan penjajakan koalisi dengan semua partai politik, kemudian Ketua Umum Juga sudah melakukan koordinasi dengan berbagai elemen Partai Golkar yakni Dewan Perimbangan, Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Penasehat dan juga dengan koordinasi dengan Para Ketua DPD I Provinsi Partai Golkar Se Indonesia serta Dengan Pimpinan Organisasi Pendiri yakni PPK Kosgoro yang dihadiri oleh Ketua Umum Dave Laksono, DPP Ormas MKGR yang di Hadiri oleh Ketua Umum Adies Kadir dan Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) yang di hadiri oleh Ketua Umum Ir. Ali Wongso Sinaga beserta Organisasi sayap dan yang didirikan setuju langkah Ketua Umum apapun kaitan keputusan Calon Presiden yang kemudian di berikan kepada Bapak Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Simak Cara Paling Mudah Kompres Foto Menjadi 100 KB untuk Daftar PPPK dan CPNS

Lebih jauh ilyas menyebut pelaporan oleh Kelompok Kader Partai Golkar tersebut tidak produktif dan bukan karakter partai golkar yang menjaga PDLT (Loyalitas Dedikasi dan Tidak Tercela) menghargai posisi Ketua Umum Partai Golkar yang pasti sangat rumit memutuskan keputusan politik yang kepentinganya bukan saja untuk partai tetapi untuk bangsa dan negara.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Dorong Pemahaman Positif dan Pembangunan Papua

” Seharusnya sebagai kader partai Golkar harus menjujung tinggi PDLT dan menghargai para pimpinan partai yang berjuang untuk kemenangan partai golkar, dan jelang pemilu legiskatif yang kurang dari 200 hari ini baiknya semua kader partai Golkar Fokus pada pemenangan Pemilu legislatif dan Presiden di 14 Februari 2024 dan tidak melakukan hal hal yang tidak produktif untuk partai golkar demi kemenangan partai Golkar dalam rangka mengabdi untuk Negara dan bangsa kita Indonesia.” tegas Ilyas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan