Indo1.id || Lumajang – Semeru akhirnya meletus lagi, setelah mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 6 km ke arah tenggara selatan atau kawasan Kali Lanang, Minggu 5 Februari kemarin. Berdasarkan laporan pos pengamatan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di gunung Semeru terjadi 21 kali letusan, dan guguran tekonik sebanyak 2 kali.
Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo menyatakan bahwa
“Gunung Semeru masih mengalami 21 kali letusan, guguran 2 kali dan tektonik jauh 2 kali,” saat ditemui awak media. Wawan juga menghimbau warga untuk menjauhi jalur aliran lahar sejauh 500 meter dari sungai, sekaligus mewaspadai potensi banjir awan panas, guguran lava, dan banjir lahar disepanjang aliran sungai.
“Kami mengimbau kepada warga untuk mewaspadai potensi banjir awan panas guguran, guguran lava dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai ” tutupnya.
Sementara itu, Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru Mukdas Sofian mengatakan, selain gempa letusan, seismograf juga merekam ada gempa guguran sebanyak empat kali dalam 12 jam terakhir. “Gempa guguran dua kali terjadi pukul 18.00-00.00 WIB, dan dua kali pada pukul 00.00 -06.00 WIB,” kata Mukdas Sofian
“Diharapkan, warga tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak karena rawan terhadap lontaran batu pijar,” tambah Mukdas. dikarenakan, cuaca ekstrem yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru rawan terlanda banjir lahar dingin dengan membawa material pasir dan batu.








