Mitos Sungai Mahakam: Ular Naga, Arwah Penyelam, dan Buaya Pengantar Jenazah
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
- print Cetak

Sungai Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. (Foto: instagram @didisugandi)
Indo1.id – Sungai Mahakam adalah salah satu sungai terpanjang di Indonesia, yang terletak di Kalimantan Timur.
Sungai ini memiliki panjang sekitar 920 kilometer, dan bermuara di Selat Sulawesi. Sungai Mahakam menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai sumber air, potensi perikanan, maupun prasarana transportasi.
Namun, di balik keindahannya, sungai ini juga menyimpan berbagai mitos dan legenda yang masih dipercaya oleh sebagian orang.
Salah satu mitos yang terkenal adalah adanya ular naga raksasa yang bersemayam di dalam sungai.
Mitos ini berkaitan dengan asal-usul kerajaan Kutai Kartanegara, yang merupakan kerajaan tertua di Indonesia.
Menurut cerita rakyat, raja pertama kerajaan Kutai Kartanegara adalah Aji Batara Agung, yang muncul secara tiba-tiba di depan pemuka masyarakat Jaitan Layar, Kutai Lama.
Permaisurinya adalah Putri Karang Melenu, yang muncul secara misterius dalam bentuk bayi dari dasar sungai Mahakam.
Tubuhnya bersemayam pada sebuah gong yang diangkat oleh naga di pusaran air.
Mitos ini masih diabadikan dan dirayakan setiap tahunnya dalam bentuk upacara Ngulur Naga, yang ditampilkan melalui Festival Erau, sebuah pertunjukkan kebudayaan yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata Kalimantan Timur.
Mitos lain yang beredar di sekitar sungai Mahakam adalah adanya arwah penyelam, yaitu sosok misterius yang dipercaya menjadi penunggu di sungai.
Mitos ini berawal dari kejadian dimana seorang warga tenggelam di dasar sungai dan tim SAR yang ditugaskan untuk mencari korban juga mengalami kecelakaan yang sama.
Warga yang percaya akan mitos ini meyakini bahwa arwah dari sang penyelam tersebut masih hidup dan bergentayangan di area Mahakam.
Ada juga larangan-larangan tertentu yang harus diikuti oleh warga sekitar untuk menghormati mitos-mitos tersebut, seperti tidak mandi di sungai pada saat-saat tertentu atau tidak menyentuh sosok yang dipercayai sebagai arwah penyelam.
Selain itu, ada juga kisah mistis tentang buaya pengantar jenazah, yang pernah viral beberapa tahun lalu.
Kisah ini bercerita tentang seekor buaya yang membawa jasad seorang balita yang tenggelam di sungai Mahakam ke tepi sungai, dan menyerahkan jasad tersebut kepada nelayan.
Warga setempat menganggap hal ini sebagai sebuah keajaiban dan tanda bahwa buaya-buaya di sungai Mahakam tidak ganas, melainkan memiliki rasa kasih sayang.
Meskipun banyak yang menganggap mitos-mitos tersebut sebagai cerita belaka, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sungai Mahakam memiliki nilai sejarah, budaya, dan kepercayaan yang tinggi bagi masyarakat Kalimantan.
Sungai Mahakam tetap menjadi sumber kehidupan penting bagi masyarakat sekitar dan menjadi bagian penting dari identitas daerah Kalimantan Timur.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar