Teknik Memadamkan Api di Gunung: Tantangan dan Solusinya

  • Bagikan
Kebakaran di bukit Teletubis Bromo. (Foto: instagram @bayunovanta)

Para relawan dan tim gabungan harus mencari sumber air terdekat, seperti sungai atau mata air, dan mengangkutnya dengan ember, jerigen, atau pompa punggung.

Hal ini sangat melelahkan dan memakan waktu.

– Angin yang kencang. Angin merupakan faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat penyebaran api.

Angin yang kencang dapat membuat api menjalar lebih cepat dan lebih luas.

Baca Juga :  Cara Menghindari dan Menangani Sengatan Lebah dengan Aman

Angin juga dapat mengubah arah api secara tiba-tiba, sehingga membahayakan para relawan dan tim gabungan.

Selain itu, angin juga dapat menghambat operasi water bombing dengan helikopter atau pesawat.

Peralatan yang kurang memadai. Karena keterbatasan anggaran dan sumber daya, para relawan dan tim gabungan seringkali tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran yang memadai.

Baca Juga :  Mitos Rokok Herbal Sebagai Alternatif Sehat Terbantahkan: Bahaya Kanker Paru-paru

Mereka harus menggunakan alat seadanya, seperti ranting, dahan, sapu lidi, atau gebyok (memukul api dengan benda keras).

Peralatan ini tidak efisien dan tidak efektif dalam memadamkan api.

Mengingat tantangan-tantangan tersebut, maka diperlukan beberapa solusi untuk mengatasi masalah kebakaran di gunung.

Beberapa solusi tersebut antara lain:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan