Jeritan Para Pedagang di Pasar Tradisional Dihantam Live Tiktok, Duh Menyedihkan!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
- print Cetak

Aplikasi tiktok yang ada fitur jualan livenya yang disinyalir merugikan pedagang pasar tradisional. (Foto: tiktok)
Indo1.id – Para pedagang di pasar tradisional mengeluhkan sepinya pembeli yang datang ke toko mereka.
Mereka mencoba beradaptasi dengan zaman dengan berjualan secara online melalui siaran langsung atau live di media sosial Tiktok.
Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa mereka kalah bersaing dengan para selebriti Tiktok yang juga berjualan live.
Salah satu pedagang yang mengungkapkan jeritan hatinya adalah pemilik akun Tiktok @boutiq_jakarta.
Dia mengatakan bahwa toko-toko di Pasar Tanah Abang sudah banyak yang tutup karena sepi pengunjung.
Dia juga mengaku sudah mencoba berjualan live, tapi tidak ada yang menonton, apalagi membeli.
“Ketika artis pamer hasil live Rp 4 Miliar. Saya, laku 1 pcs pun sangat-sangat bersyukur, artinya perjuangan live 1 jam itu berbuah hasil,” tulisnya dalam keterangan video.
Tidak hanya pedagang di Pasar Tanah Abang, pedagang di pasar-pasar lain juga merasakan hal yang sama.
Mereka mengeluhkan turunnya omzet penjualan akibat sepinya pembeli di pasar tradisional.
Mereka juga mengatakan bahwa tahun 2023 ini merupakan tahun terberat bagi para pedagang tradisional di tengah gempuran e-commerce dan perdagangan online.
“Daerah ku tepatnya di pasar, tempat jualanku sangat sepi tidak ada pengunjung. Ya Allah semua ku serahkan padamu. Berdoa ataupun ikhtiar sedang aku lakukan,” tulis akun @puput******* dalam unggahan videonya.
“Kenapa di Kaltim tahun 2023, pedagang pada resah, karena jualannya pada sepi dan lesu. Ada apa dengan pencari rezeki begitu susahnya sekarang. Saya juga merasakannya, gimana di tempat teman-teman,” tulis akun @andra******.
Tak hanya pedagang, para porter atau kuli angkut di pasar juga terdampak oleh sepinya pembeli.
Mereka mengatakan bahwa mereka tidak mendapat panggilan untuk mengangkut barang-barang dagangan dari pedagang ke pembeli.
Mereka pun kesulitan untuk mencari nafkah sehari-hari.
“Bos-bos di daerah porter Tanah Abang memanggil. Kapan mau belanja? Porter dari pagi sampai siang belum ada panggulan. Sekadar buat makan pun sekarang susah bos,” ujar salah satu porter.
Jeritan para pedagang dan porter ini mendapat respons simpatik dari netizen.
Banyak yang memberikan dukungan dan doa agar mereka bisa bertahan dan bangkit kembali.
Ada juga yang memberikan saran agar mereka bisa meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, serta memanfaatkan platform online lain selain Tiktok.
Namun, ada juga netizen yang menilai bahwa berjualan live di Tiktok bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan penjualan.
Mereka mengatakan bahwa Tiktok lebih cocok untuk hiburan dan edukasi, bukan untuk berbelanja.
Mereka juga menyarankan agar pedagang lebih selektif dalam memilih media sosial yang sesuai dengan target pasar mereka.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar