Mitos Misteri dan Sejarah Toko Merah di Kawasan Kota Tua Jakarta
- account_circle M Effendi
- calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
- print Cetak

Toko Merah Jakarta. (Foto Instagram @besarhadibri)
Indo1.id – Toko Merah, sebuah gedung tua yang menjadi ikon Kota Tua Jakarta, menyimpan sejarah yang kaya akan mitos dan tragedi.
Dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff, gedung ini memadukan arsitektur kental budaya Tionghoa dengan dominasi warna merah orientalnya.
Nama “Toko Merah” diberikan pada abad ke-19 saat bangunan ini jatuh ke tangan Oey Liauw Kong, seorang pejabat Tionghoa.
Beberapa berpendapat bahwa nama tersebut terinspirasi dari warna merah yang mendominasi bangunan itu sendiri.
Namun, ada juga versi yang menghubungkan nama Toko Merah dengan tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.
Peristiwa ini, yang disebut juga sebagai Tragedi Angke, adalah pembantaian mengerikan terhadap warga Tionghoa oleh prajurit VOC atas perintah Gubernur Jenderal Adrian Valckenier.
Selama 13 hari, sekitar 24 ribu orang Tionghoa tewas, dan Kali Besar konon menjadi merah oleh darah para korban.
Toko Merah menjadi saksi bisu pembantaian tersebut, termasuk penyiksaan dan pemerkosaan gadis Tionghoa oleh VOC.
Meskipun tragedi ini menyedihkan, Kompleks Kota Tua, dengan Toko Merah-nya yang unik, tetap menarik banyak pengunjung.
Selain arsitekturnya yang memukau, gedung ini juga dikenal karena cerita-cerita mistis yang mengitarinya.
Warga setempat sering mendengar langkah kaki prajurit, tangisan wanita, dan bahkan melihat sosok wanita bergaun putih yang muncul dari jendela gedung di malam hari.
Ada juga kisah seorang pengunjung yang mengaku kerasukan saat memotret gedung.
Saat kesurupan, dia berbicara dalam bahasa yang tidak dikenalnya dan mengaku melihat sosok hitam masuk ke bingkai kameranya sebelum kehilangan kesadaran.
Belum lama ini, seorang pengguna Twitter membuat publik geger dengan pengalaman mistisnya di Toko Merah.
Dia mengklaim berkomunikasi dengan sosok Noni Belanda yang cantik tapi seram, yang ternyata bernama Maria dan berasal dari keluarga berada pada abad ke-17.
Toko Merah di Kota Tua Jakarta tetap menjadi daya tarik, meskipun dikelilingi oleh misteri dan tragedi.
Apakah Anda tertarik untuk berkunjung dan mengungkap lebih banyak tentang rahasia yang disembunyikan oleh bangunan ini?
Atau mungkin Anda sendiri memiliki pengalaman mistis di sana?
Urbanreaders, ceritakan pengalaman Anda!
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar