Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ilyas Indra Tolak Wacana Percepatan Kekuasaan: Biarkan Prabowo Bekerja hingga 2029

Ilyas Indra Tolak Wacana Percepatan Kekuasaan: Biarkan Prabowo Bekerja hingga 2029

  • account_circle Ari arjuno
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • print Cetak

Indo1.id – Wacana mengenai kemungkinan adanya “percepatan” politik sebelum Pemilu 2029 menuai perhatian publik.

Di tengah munculnya wacana tersebut, Akademisi dan Praktisi Hukum, Prof.Dr. Ilyas Indra menyatakan sikap tegas menolak segala gagasan yang berpotensi mempercepat pergantian kekuasaan sebelum waktunya.

Menurut Ilyas, Presiden Prabowo Subianto harus diberikan kesempatan untuk menjalankan mandat rakyat sampai masa jabatannya berakhir pada 2029.

Pemerintahan yang sedang berjalan tidak semestinya diganggu oleh spekulasi politik mengenai pergantian kekuasaan.

Bagi Ilyas, sikap tersebut bukan semata soal mendukung atau tidak mendukung seorang presiden, tetapi menyangkut kepatuhan terhadap konstitusi, kedewasaan berdemokrasi, serta jiwa negarawan dalam melihat kepentingan bangsa.

“Bagi saya, kita harus menghormati konstitusi. Presiden Prabowo telah mendapatkan mandat rakyat melalui Pemilu 2024.

Biarkan beliau bekerja dan menyelesaikan mandatnya sampai 2029,” tegas Ilyas Indra.

Berpegang pada Aturan, Bukan Ambisi Kekuasaan

Ilyas mengatakan Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, seluruh proses pergantian kekuasaan harus berjalan berdasarkan aturan konstitusi dan mekanisme demokrasi yang telah disepakati.

Pasal 7 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan setelahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

Sementara Pasal 6A menegaskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.

Menurut Ilyas, ketentuan tersebut harus menjadi pijakan bersama.

“Jangan sampai karena kepentingan politik jangka pendek, kita kemudian mencari jalan untuk mempercepat kekuasaan.

Negara ini dibangun dengan aturan. Kalau aturan sudah menentukan masa jabatan dan mekanisme pemilihan, maka kita harus menghormatinya,” ujarnya.

Ia menilai wacana percepatan kekuasaan justru dapat menimbulkan ketidakpastian politik dan mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program yang telah dijanjikan kepada rakyat.

info grafis indo1

Prabowo Harus Diberi Kesempatan Berbuat untuk Bangsa

Ilyas menegaskan, Presiden Prabowo seharusnya diberikan ruang yang cukup untuk membuktikan kemampuan pemerintahannya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemerintahan yang fokus bekerja, bukan pemerintahan yang terus menerus dibebani spekulasi mengenai pergantian kekuasaan sebelum masa jabatan berakhir.

“Berikan kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Jangan baru berjalan, sudah bicara bagaimana mempercepat kekuasaan.

Presiden harus diberi ruang untuk bekerja, menyelesaikan programnya, dan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada rakyat,” kata Ilyas.

Ia menilai ukuran keberhasilan pemerintahan bukan ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan, tetapi seberapa besar manfaat kebijakan pemerintah dirasakan masyarakat.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan daya saing Indonesia harus menjadi perhatian utama.

Jiwa Negarawan Harus Mengutamakan Kepentingan Bangsa

Ilyas juga mengingatkan para elite politik agar tidak terjebak dalam politik kekuasaan.

Menurutnya, seorang negarawan harus mampu membedakan antara kepentingan bangsa dan kepentingan politik pribadi atau kelompok.

“Jiwa negarawan itu sederhana. Ketika kita mendapatkan kesempatan memimpin, kita bekerja untuk rakyat. Ketika masa jabatan kita selesai, kita hormati aturan dan kita serahkan kembali kepada rakyat untuk menentukan siapa yang akan memimpin berikutnya,” katanya.

Menurut Ilyas, demokrasi tidak boleh dipahami hanya sebagai mekanisme mendapatkan kekuasaan.

Demokrasi juga mengajarkan bagaimana seseorang menghormati batas kekuasaan dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menentukan pilihan secara berkala.

Karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri dari wacana yang dapat menimbulkan kegaduhan politik sebelum waktunya.

“Jangan semua persoalan bangsa diterjemahkan menjadi persoalan siapa yang berkuasa. Ada rakyat yang harus dilayani.

Ada ekonomi yang harus diperkuat. Ada lapangan kerja yang harus diciptakan. Ada persoalan sosial yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Kalau Mau Maju Lagi, Tunggu Pemilu 2029

Ilyas menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan apabila Presiden Prabowo memiliki keinginan untuk kembali maju dalam kontestasi politik pada 2029.

Menurutnya, sepanjang dilakukan melalui mekanisme konstitusional dan mendapatkan dukungan rakyat, keinginan tersebut merupakan bagian dari hak politik dalam demokrasi.

“Kalau memang ingin maju lagi pada 2029, silakan. Kita tunggu Pemilu 2029. Rakyat yang menentukan.

Jangan mempercepat proses yang sudah memiliki jadwal dan mekanismenya,” tegas Ilyas.

Ia menilai justru di situlah kualitas seorang pemimpin diuji. Seorang pemimpin harus mampu menyelesaikan masa tugasnya dengan baik, kemudian kembali menyerahkan keputusan kepada rakyat.

“Kalau merasa berhasil, tunjukkan keberhasilannya selama memimpin.

Kalau rakyat menilai berhasil dan kemudian memberikan mandat kembali pada 2029, itu jauh lebih terhormat. Tidak perlu mencari jalan pintas,” katanya.

Jangan Ganggu Stabilitas Pemerintahan

Ilyas menilai Indonesia membutuhkan stabilitas politik agar pemerintah dapat bekerja secara maksimal.

Wacana pergantian atau percepatan kekuasaan sebelum waktunya berpotensi mengalihkan perhatian publik dan elite politik dari persoalan yang lebih mendesak.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mengawal pemerintahan Prabowo secara kritis namun konstruktif.

“Kalau pemerintah salah, kritik. Kalau ada kebijakan yang merugikan rakyat, koreksi.

Kalau ada program yang bagus, dukung. Tetapi jangan kemudian setiap perbedaan politik dijadikan alasan untuk mempercepat pergantian kekuasaan,” ungkapnya.

Menurut Ilyas, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kritik harus tetap ditempatkan dalam koridor konstitusi dan kepentingan bangsa.

Kekuasaan Bukan Tujuan Akhir

Ilyas kembali mengingatkan bahwa kekuasaan seharusnya dipandang sebagai amanah, bukan tujuan akhir.

“Jabatan itu sementara. Kekuasaan itu ada batasnya. Yang permanen adalah kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen politik untuk menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi dinamika menjelang Pemilu 2029.

Menurutnya, Indonesia akan jauh lebih kuat apabila seluruh elite politik mampu menempatkan kepentingan nasional di atas ambisi kekuasaan.

“Biarkan Prabowo bekerja sampai 2029. Berikan kesempatan beliau membuktikan apa yang bisa dilakukan untuk bangsa. Setelah itu, kalau mau maju lagi, silakan bertarung secara demokratis di Pemilu 2029. Serahkan keputusan akhirnya kepada rakyat,” tutup Ilyas Indra.

  • Penulis: Ari arjuno

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Lengkap Pertandingan dan Siarang Langsung Piala AFF 2024

    Jadwal Lengkap Pertandingan dan Siarang Langsung Piala AFF 2024

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Ari arjuno
    • 0Komentar

    Indo1.id – Turnamen Piala AFF 2024 akan berlangsung mulai 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Timnas Indonesiamengawali laga dengan menghadapi Myanmar pada laga perdana Grup B, yang akan dimainkan di Stadion Thuwunna. Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mengandalkan skuat yang sebagian besar berisi pemain U-22 ditambah beberapa pemain senior seperti Asnawi […]

  • Rekomendasi Kompor Listrik Retbaik untuk Dapur Anda ‘Atus Suhu Sesuai Kebutuhan’

    Rekomendasi Kompor Listrik Retbaik untuk Dapur Anda ‘Atus Suhu Sesuai Kebutuhan’

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kini, kompor listrik semakin populer di kalangan ibu rumah tangga. Kepraktisannya yang tidak memerlukan gas sebagai sumber panas menjadi daya tarik utama. Bagi Anda yang sedang mencari merk kompor listrik terbaik, berikut adalah rekomendasi beberapa merk terbaik. 1. Oxone OX646 Oxone OX-646 adalah kompor induksi canggih yang memungkinkan Anda mengatur suhu dan daya […]

  • Lirik lagu Nabila Maharani – Aku Memang Jodohnya

    Lirik lagu Nabila Maharani – Aku Memang Jodohnya

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2023
    • account_circle Olivia Putri
    • 0Komentar

    indo1.id –  Lagu Aku memang Jodonya merupakan lagu yang diciptakan oleh Tri Suaka, lagi ini adalah lagu balasan untuk lagu yang berjudul Aku bukan Jodohnya.  Lagu yang dinyanyikan oleh Nabila Maharani ini menempati posisi ke-5 di trending YouTube untuk music.   Berikut lirik lagu Nabila Maharani – Aku Memang Jodohnya   Memang salahmu Terlalu mementingkan […]

  • Manfaat Minum Jus Lidah Buaya untuk Kesehatan, Pernah Coba?

    Manfaat Minum Jus Lidah Buaya untuk Kesehatan, Pernah Coba?

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Lidah buaya, yang berasal dari genus Aloe, adalah salah satu jenis tanaman sukulen. Tanaman ini dapat tumbuh subur di iklim tropis dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai tanaman obat. Jus lidah buaya, yang dihasilkan dari daging daun tanaman ini, memiliki manfaat yang luas untuk kesehatan, tidak hanya dalam mengobati kulit terbakar seperti yang […]

  • Mitos Kayu Pucang Kalak: Kayu Mistis, Sulit Tumbuh di Luar Habitat Asli

    Mitos Kayu Pucang Kalak: Kayu Mistis, Sulit Tumbuh di Luar Habitat Asli

    • calendar_month Sabtu, 23 Des 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kayu Pucang Kalak, yang menjadi tongkat komando Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, tidak hanya menyimpan nilai sejarah namun juga kekayaan mistis. Dilansir dari berbagai sumber, kayu ini berasal dari pegunungan Kalak, di selatan Ponorogo atau utara Pacitan. Sejarawan lokal, Roso Daras, menjelaskan bahwa karakteristik khusus kayu pucang kalak membuatnya sulit tumbuh di tempat lain. […]

  • Mitos Misterius Wot Galeh: Larangan Terbang di Atas Makam Pangeran Purbaya

    Mitos Misterius Wot Galeh: Larangan Terbang di Atas Makam Pangeran Purbaya

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kompleks pemakaman yang dikenal sebagai Wot Galeh, yang juga sering disebut sebagai Makam Pangeran Purbaya, telah menjadi pusat perhatian dan kontroversi di Sleman, Yogyakarta. Terletak di sebelah selatan landas pacu Bandara Adi Sutjitpto Maguwo, kompleks ini memiliki reputasi misterius yang telah menarik minat orang selama bertahun-tahun. Menurut legenda yang tersebar di masyarakat, apapun […]

expand_less