Mitos Batu Bleneng Tol Cipali, Benarkah Ada Mahkluk Astral nya ?
- account_circle Nugroho
- calendar_month Senin, 11 Sep 2023
- print Cetak

Batu Bleneng Tol Cipali yang mitosnya ada mahkluk halusnya. (Foto: Saba Cirebon)
Indo1.id – Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) adalah salah satu jalur favorit para pemudik yang akan menuju arah timur Pulau Jawa.
Jalan tol ini memiliki panjang 116 kilometer dan menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon.
Namun, di balik kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan oleh jalan tol ini, ada juga cerita-cerita mistis yang berkembang di masyarakat.
Salah satunya adalah cerita tentang batu bleneng yang berada di kilometer 182.
Batu bleneng adalah sebuah batu besar berwarna hitam yang berada di pinggir jalan tol sebelah kanan jika dari arah Jakarta-Palimanan, atau sebelah kiri jika dari arah Cirebon.
Batu ini berada di wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Batu ini diyakini sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi tanda asal mula Pulau Jawa menjadi pemukiman³.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, batu bleneng memiliki kekuatan gaib dan dihuni oleh makhluk halus.
Batu ini juga merupakan sumbat mata air raksasa yang jika dipindahkan akan menyebabkan air menyembur tanpa henti.
Oleh karena itu, batu ini tidak bisa dihancurkan atau dipindahkan oleh siapa pun.
Bahkan, ada cerita bahwa ada seorang sopir alat berat yang tewas saat mencoba menghancurkan batu ini.
Batu bleneng juga sering dikaitkan dengan banyaknya kecelakaan yang terjadi di sepanjang tol cipali.
Dalam 10 hari setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015, sudah terjadi 30 kecelakaan yang mengakibatkan sejumlah orang tewas dan luka-luka.
Masyarakat percaya bahwa hal ini disebabkan oleh adanya gangguan dari makhluk halus yang tinggal di batu bleneng.
Namun, apakah cerita-cerita mistis tentang batu bleneng ini benar adanya atau hanya mitos belaka?
Beberapa ahli dan pengamat menilai bahwa faktor utama penyebab kecelakaan di tol cipali adalah faktor human error, seperti kelelahan, mengantuk, atau kurang konsentrasi saat mengemudi.
Hal ini dikarenakan jalan tol cipali didominasi oleh jalanan lurus dan panjang yang bisa membuat pengemudi bosan atau lengah.
Selain itu, topografi jalan juga berpengaruh pada tingkat keamanan berkendara. Di sekitar kilometer 182, jalan tol cipali berbentuk huruf S dan menanjak karena melewati bukit Salam.
Di sisi kanan dan kiri jalan terdapat tebing setinggi 40 meter yang merupakan hasil pemotongan bukit.
Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dan keterampilan ekstra dari pengemudi agar tidak terjadi kecelakaan.
Oleh karena itu, bagi para pengguna tol cipali, baik itu pemudik maupun wisatawan, penting untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari kecelakaan di tol cipali:
– Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
– Istirahat secukupnya dan hindari mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk.
– Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan batas kecepatan maksimal.
– Jaga jarak aman dengan kendaraan lain dan hindari mendahului secara sembarangan.
– Bawa peralatan darurat seperti obat-obatan, alat penerangan, alat komunikasi, dan alat pertolongan pertama.
– Jika merasa ada yang tidak beres dengan kendaraan atau kondisi tubuh, segera berhenti di tempat yang aman dan mencari bantuan.
Dengan demikian, kita bisa menikmati perjalanan di tol cipali tanpa harus khawatir dengan cerita-cerita mistis yang ada.
Batu bleneng mungkin hanya sebuah batu biasa yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Yang terpenting adalah kita menghormati adat dan kepercayaan mereka, serta menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. Selamat berkendara!
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar