DPN GPANN Silaturahmi dengan Menteri PPPA, Bahas Peran Pemuda dan anak dalam Mencegah Konsumsi Narkoba
- account_circle Ari arjuno
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- print Cetak

DPN GPANN Silaturahmi dengan Menteri PPPA, Bahas Peran Pemuda dan anak dalam Mencegah Konsumsi Narkoba
Indo1.id — Dewan Pengurus Nasional Gerakan Pemuda Anti Narkoba Nasional (DPN GPANN) melakukan silaturahmi dan diskusi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si.
Pertemuan tersebut membahas pentingnya penguatan peran pemuda dalam mencegah konsumsi dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan anak dan generasi muda.
DPN GPANN menilai bahwa persoalan narkoba tidak cukup hanya dihadapi melalui pendekatan penindakan. Pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui edukasi, penguatan keluarga, perlindungan anak, pemberdayaan pemuda, serta penciptaan ruang-ruang positif bagi generasi muda.
Wakil Ketua Umum DPN GPANN, Muhammad Rizqi Ramadhan, menegaskan bahwa pemuda harus mengambil peran nyata dalam upaya pencegahan narkoba.
“Pemuda jangan hanya menjadi objek yang terus-menerus diberikan imbauan tentang bahaya narkoba. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus hadir di lingkungan sekolah, kampus, komunitas, dan masyarakat untuk memberikan edukasi serta membangun budaya hidup sehat dan produktif.”
Menurut Muhammad Rizqi Ramadhan, ancaman narkoba harus dilihat sebagai persoalan masa depan bangsa karena dampaknya dapat menyasar kualitas generasi muda.
“Ketika satu anak terjerumus narkoba, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depannya, tetapi juga masa depan keluarga dan bangsa. Karena itu, gerakan pencegahan harus dimulai sedini mungkin dan melibatkan semua pihak, terutama keluarga, sekolah, pemerintah, masyarakat, dan pemuda.”
Ia juga menekankan bahwa gerakan anti narkoba harus dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan karakter generasi muda.
“Kita ingin gerakan anti narkoba bukan sekadar slogan. Harus ada kegiatan nyata yang membuat anak muda memiliki ruang untuk berkarya, berorganisasi, berolahraga, berwirausaha, dan mengembangkan kreativitas. Semakin banyak ruang positif yang tersedia, semakin kuat pula benteng generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.”
Sementara itu, Menteri PPPA Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. menyambut baik inisiatif DPN GPANN dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam agenda pencegahan narkoba.
Menteri PPPA menilai bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran di lingkungan sebaya. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem perlindungan anak yang kuat.
Dalam pertemuan tersebut, DPN GPANN juga mendorong penguatan program edukasi dan kampanye pencegahan narkoba yang menyasar anak dan generasi muda, termasuk melalui komunitas kepemudaan dan ruang-ruang digital.
DPN GPANN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Muhammad Rizqi Ramadhan menambahkan,
“Kami ingin GPANN menjadi rumah bagi anak muda untuk bergerak bersama. Melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Pemuda harus berani mengatakan tidak pada narkoba dan berani mengajak lingkungan sekitarnya untuk hidup lebih sehat, produktif, dan berprestasi.”
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara DPN GPANN dan Kementerian PPPA dalam membangun gerakan pencegahan yang berkelanjutan serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, produktif, dan terlindungi dari penyalahgunaan narkoba.
Tentang DPN GPANN
Gerakan Pemuda Anti Narkoba Nasional (DPN GPANN) merupakan gerakan kepemudaan yang berkomitmen mengambil bagian dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, kampanye, pemberdayaan pemuda, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
- Penulis: Ari arjuno

