Temuan Mengejutkan di Dasar Lubang Raksasa Great Blue Hole, Ada Sampah dan Jasad Manusia
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
- print Cetak

Great Blue Hole. (Foto: wikipedia)
Indo1.id – Great Blue Hole adalah lubang raksasa yang berada di tengah laut Karibia, tepatnya di Lighthouse Reef, sebuah atol kecil yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Belize City.
Lubang ini memiliki diameter 318 meter dan kedalaman 124 meter.
Great Blue Hole merupakan salah satu keajaiban alam yang menarik perhatian banyak orang, terutama para penyelam. Lubang ini juga merupakan warisan dunia UNESCO sejak tahun 1996.
Namun, apa yang ada di dasar lubang ini masih menjadi misteri bagi banyak orang. Baru-baru ini, sebuah ekspedisi bawah laut berhasil mencapai dasar lubang ini dan menemukan hal-hal yang mengejutkan.
Ekspedisi ini dilakukan pada tahun 2018 oleh sekelompok ilmuwan dan penjelajah, termasuk miliarder Richard Branson dan Fabien Cousteau, cucu dari penjelajah laut terkenal Jacques Cousteau.
Mereka menggunakan kapal selam Aquatica untuk menjelajahi Great Blue Hole dan membuat peta 3D dari interiornya.
Mereka juga merekam perjalanan mereka dengan kamera video.
Di permukaan lubang, mereka menemukan kehidupan laut yang beragam, seperti penyu, hiu, dan karang besar.
Namun, ketika mereka menyelam lebih dalam, kehidupan mulai menghilang.
Hal ini disebabkan oleh adanya lapisan hidrogen sulfida yang beracun di kedalaman sekitar 90 meter.
Lapisan ini mencegah oksigen masuk ke bagian bawah lubang.
Di bawah lapisan ini, mereka hanya menemukan keong dan kelomang yang jatuh ke dalam lubang dan mati lemas.
Selain itu, mereka juga menemukan stalaktit dan stalagmit yang membuktikan bahwa lubang ini dulunya adalah gua kering.
Namun, hal yang paling mengganggu adalah adanya sampah plastik yang bisa mencapai dasar lubang ini.
Mereka menemukan botol Coke dua liter dan kamera GoPro yang penuh dengan foto liburan seseorang.
Selain sampah plastik, mereka juga menemukan dua jasad manusia yang diduga adalah dua dari tiga penyelam yang hilang di Great Blue Hole dari ekspedisi sebelumnya.
Mereka memutuskan untuk tidak membawa jasad tersebut karena menghormati tempat peristirahatan mereka.
Mereka mengatakan bahwa suasana di dasar lubang itu sangat gelap dan damai.
Branson mengatakan bahwa ekspedisi ini merupakan pengingat akan bahaya perubahan iklim dan polusi plastik bagi laut.
Ia mengajak semua orang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar