Fitbit Charge 6: Pelacak Kebugaran dengan Teknologi Google dan Akurasi Jantung Lebih Baik
- account_circle Nugroho
- calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
- print Cetak

Tampilan keren Fitbit Charge 6. (Foto: The Verge)
Indo1.id – Fitbit baru saja mengumumkan pelacak kebugaran terbarunya, yaitu Fitbit Charge 6.
Pelacak ini merupakan penerus dari Fitbit Charge 5 yang dirilis tahun lalu.
Fitbit Charge 6 menawarkan beberapa fitur baru, seperti teknologi Google, algoritma jantung yang lebih akurat, dan mode olahraga yang lebih banyak.
Fitbit Charge 6 memiliki desain yang mirip dengan Fitbit Charge 5, yaitu layar sentuh OLED berwarna dengan ukuran 6 inci dan rasio aspek 21:9.
Namun, ada beberapa perbedaan, seperti penggunaan bahan aluminium daur ulang 100% dan kembalinya tombol fisik di samping layar.
Tombol ini dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layar, mengakses menu cepat, dan mengontrol musik.
Fitbit Charge 6 juga menggunakan chipset Snapdragon 690 yang mendukung konektivitas 5G dan memberikan kinerja yang lebih baik.
Pelacak ini juga dilengkapi dengan GPS dan GLONASS untuk melacak lokasi dan jarak saat berolahraga di luar ruangan.
Salah satu fitur unggulan Fitbit Charge 6 adalah pengukuran detak jantung yang diklaim lebih akurat hingga 60% saat melakukan aktivitas intens seperti HIIT, spinning, dan dayung.
Fitbit mengatakan bahwa hal ini berkat penggunaan algoritma jantung dari Google yang juga digunakan di Pixel Watch 2.
Algoritma ini dapat mengenali pola jantung yang bervariasi dan memberikan data yang lebih tepat.
Fitbit Charge 6 juga menambahkan 20 mode olahraga baru, seperti HIIT, CrossFit, dan ski.
Pelacak ini dapat mendeteksi secara otomatis jenis olahraga yang dilakukan dan memberikan data seperti kalori terbakar, durasi, denyut jantung, dan zona intensitas.
Pelacak ini juga dapat mengirimkan data jantung ke peralatan atau aplikasi olahraga lain melalui Bluetooth, seperti sepeda Peloton, aplikasi Peloton, dan peralatan NordicTrack.
Fitbit Charge 6 juga memiliki fitur-fitur kesehatan lainnya, seperti pengukuran oksigen darah (SpO2), pemantauan tidur, pemberitahuan stres, dan skor kesiapan harian.
Skor kesiapan harian adalah angka tunggal yang menunjukkan seberapa siap tubuh untuk beraktivitas berdasarkan faktor-faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, dan pemulihan jantung.
Fitur ini membutuhkan langganan Fitbit Premium yang gratis selama enam bulan pertama.
Fitbit Charge 6 juga menyertakan beberapa fitur dari Google, seperti YouTube Music, Google Wallet, dan Google Maps.
YouTube Music dapat digunakan untuk mengontrol playlist musik dari pelacak, seperti melewatkan lagu atau menyesuaikan volume.
Google Wallet dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tanpa kontak dengan menggunakan NFC di pelacak.
Google Maps dapat menampilkan arah dan navigasi di layar pelacak.
Fitbit Charge 6 memiliki baterai yang dapat bertahan hingga tujuh hari dalam penggunaan normal atau lima jam dengan GPS aktif.
Baterai ini dapat diisi daya dengan cepat menggunakan teknologi Quick Charge dan USB Power Delivery.
Namun, charger yang disertakan hanya berkekuatan 7,5 watt, sehingga pengguna mungkin perlu membeli charger yang lebih cepat secara terpisah.
Fitbit Charge 6 menjalankan sistem operasi Fitbit OS dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif.
Pelacak ini juga kompatibel dengan smartphone Android dan iOS melalui aplikasi Fitbit.
Pelacak ini juga memiliki fitur-fitur seperti pemindai sidik jari di samping, notifikasi panggilan dan pesan, alarm pintar, cuaca, dan jack audio 3,5 mm.
Fitbit Charge 6 tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu hitam, putih, coral (oranye), dan biru muda.
Pelacak ini dibanderol dengan harga $169 (sekitar Rp2,4 juta) di Amerika Serikat atau £159 (sekitar Rp3,1 juta) di Inggris.
Pelacak ini akan mulai dijual pada 12 Oktober 2023 di 30 negara.
Belum diketahui apakah pelacak ini akan masuk ke pasar Indonesia atau tidak.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar