Buku Mantra Mesir Kuno untuk Menuju Akhirat Ditemukan di Kuburan Berusia 3.500 Tahun!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
- print Cetak

Isi dari Kitab Orang Mati yang ditemukan di Mesir. (Foto: National Geographic Indonesia)
Indo1.id – Sebuah buku yang berisi mantra-mantra untuk membantu roh menuju akhirat di kebudayaan Mesir kuno ditemukan oleh para arkeolog di sebuah kuburan berusia 3.500 tahun.
Buku tersebut berupa gulungan papirus sepanjang 13 hingga 15 meter yang disebut sebagai “Kitab Orang Mati”.
Kitab Orang Mati adalah kumpulan mantra, doa, dan petunjuk yang ditulis untuk membantu roh orang yang meninggal dalam perjalanan menuju akhirat.
Kitab ini merupakan komponen umum dalam pemakaman zaman Mesir kuno, dan biasanya ditempatkan bersama mayat di dalam kubur.
Penemuan ini dilakukan oleh para arkeolog di situs Tuna al-Gebel, Mesir Tengah, yang merupakan pemakaman yang dibangun pada masa Kerajaan Baru, sekitar 1550 hingga 1070 Sebelum Masehi (SM).
Di sana, para arkeolog menemukan beberapa mumi yang diduga adalah pejabat tinggi Mesir kuno, serta berbagai benda-benda purbakala lainnya.
Salah satu mumi yang ditemukan adalah putri dari seorang pendeta tinggi, Ta-de-Isa. Di samping mumi tersebut, para arkeolog menemukan gulungan Kitab Orang Mati yang masih terpelihara dengan baik. Gulungan tersebut berisi mantra-mantra yang ditulis dengan hieroglif, aksara kuno Mesir.
Menurut Sara Cole, asisten kurator di Departemen Kebendaan di Museum J. Paul Getty, gulungan tersebut adalah bentuk “asuransi perjalanan supernatural” bagi orang yang meninggal.
Gulungan tersebut bertujuan untuk membantu roh mengatasi berbagai rintangan dan bahaya yang ada di akhirat, seperti makhluk-makhluk jahat, pengadilan ilahi, dan kegelapan.
Cole juga menjelaskan bahwa gulungan tersebut bukanlah salinan standar dari Kitab Orang Mati, melainkan merupakan pilihan pribadi dari orang yang meninggal.
Orang-orang kaya dan berpangkat tinggi bisa memilih mantra-mantra mana yang ingin dicantumkan dalam gulungan tersebut, sesuai dengan kepercayaan dan harapan mereka.
Selain itu, gulungan tersebut juga harus mencantumkan nama dari orang yang meninggal, agar mantra-mantra tersebut bisa berfungsi dengan baik.
Jika nama tersebut tidak ada atau salah, maka roh tersebut bisa tersesat atau terancam di akhirat.
Penemuan gulungan Kitab Orang Mati ini bukanlah hal yang aneh, menurut Foy Scalf, seorang egiptolog di University of Chicago.
Namun, menemukan gulungan tersebut masih ada di kuburan aslinya adalah hal yang langka, karena biasanya gulungan tersebut sudah dicuri atau rusak oleh perampok kubur.
Scalf juga mengatakan bahwa sulit untuk mengetahui betapa pentingnya gulungan tersebut tanpa penelitian lebih lanjut.
Ia berharap bahwa gulungan tersebut bisa dibaca dan dianalisis oleh para ahli, agar bisa memahami lebih dalam tentang kepercayaan dan budaya Mesir kuno.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar