Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Demokrat Usul Dapil Nasional, Jutaan Suara Pemilih Bisa Dikonversi Jadi Kursi DPR

Demokrat Usul Dapil Nasional, Jutaan Suara Pemilih Bisa Dikonversi Jadi Kursi DPR

  • account_circle Ari arjuno
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • print Cetak

Indo1.id – Partai Demokrat mengusulkan penerapan konsep daerah pemilihan (dapil) nasional dalam pemilihan anggota DPR RI.

Gagasan tersebut disampaikan sebagai salah satu opsi untuk mengakomodasi suara sah yang diperoleh partai politik tetapi tidak terkonversi menjadi kursi setelah penghitungan di masing-masing dapil.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan usulan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Herman, dalam mekanisme pembagian kursi berdasarkan dapil, masih terdapat suara partai politik yang tersisa setelah seluruh kursi di suatu dapil dialokasikan.

Demokrat menilai suara tersebut dapat dipertimbangkan kembali melalui mekanisme dapil nasional.

“Dapil nasional ini penting, ya. Setelah dihitung dari dapil-dapil yang menghasilkan kursi, ternyata juga banyak partai-partai atau partai peserta pemilu yang masih menyisakan suara yang tidak terkonversi menjadi kursi,” kata Herman.

Demokrat Sebut Sekitar 2 Juta Suara Belum Terkonversi

Herman mencontohkan Partai Demokrat memiliki sekitar dua juta suara yang menurut perhitungan partainya belum menghasilkan tambahan kursi pada pemilu sebelumnya.

Suara tersebut merupakan suara sah yang telah diperoleh partai, tetapi tidak menghasilkan kursi melalui mekanisme penghitungan di dapil.

Karena itu, Demokrat mengusulkan agar sisa suara tersebut dapat dihitung kembali dalam sebuah mekanisme alokasi nasional.

“Nah dua juta, kan, tidak terkonversi menjadi kursi. Mungkin partai-partai lain juga ada sisa. Nah inilah yang kemudian bisa dijadikan sebagai alokasi kursi nasional,” ujar Herman.

Herman belum menyebut secara final bagaimana mekanisme tersebut akan diterapkan. Ia mengatakan terdapat sejumlah opsi yang masih dikaji, termasuk apakah penghitungan dilakukan pada tingkat provinsi atau langsung secara nasional.

Konsep Hybrid Masih Dikaji

Salah satu opsi yang muncul adalah menggunakan pola hybrid, yakni tetap mempertahankan pemilihan berbasis dapil, tetapi menyediakan mekanisme tambahan untuk mengonversi suara yang belum menghasilkan kursi.

Dengan pola tersebut, kursi DPR tetap terlebih dahulu dibagikan berdasarkan hasil penghitungan di masing-masing dapil. Setelah itu, sisa suara yang memenuhi mekanisme tertentu dapat diperhitungkan kembali dalam alokasi kursi nasional.

Herman mengatakan format tersebut masih dalam tahap kajian.

“Nanti apakah akan terkonversi menjadi dapil nasional yang dihitung di masing-masing provinsi atau di nasional, tentu ini juga sedang di-exercise,” ujarnya.

Artinya, belum terdapat desain final mengenai berapa kursi yang akan dialokasikan melalui mekanisme nasional, bagaimana penghitungan suara dilakukan, maupun bagaimana hubungan antara kursi dapil dan kursi nasional.

Bukan Konsep yang Sepenuhnya Baru

Menurut Herman, mekanisme yang menggabungkan penghitungan suara di dapil dengan mekanisme alokasi berikutnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam sejarah pemilu Indonesia.

Ia menyinggung sistem yang pernah digunakan pada Pemilu 2009, ketika terdapat mekanisme yang menggabungkan unsur pemilihan terbuka dan tertutup.

Dalam penjelasan Herman, setelah pembagian kursi di dapil, suara yang belum menghasilkan kursi kemudian dapat diperhitungkan dalam mekanisme alokasi berikutnya.

Konsep yang kini dibahas tentu masih harus dirumuskan kembali karena sistem kepemiluan, pembagian dapil, serta mekanisme konversi suara yang berlaku dapat berbeda dengan pemilu sebelumnya.

Demokrat Dorong Masuk Pembahasan RUU Pemilu

Usulan dapil nasional tersebut didorong Demokrat untuk masuk dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.

Herman mengatakan pembahasan mengenai desain tersebut masih berlangsung di antara partai politik.

Menurut dia, penyusunan aturan pemilu tidak cukup hanya dibicarakan oleh partai politik. Masukan dari masyarakat, praktisi, dan pengamat pemilu juga diperlukan agar desain yang dihasilkan dapat mempertimbangkan berbagai aspek kepemiluan.

“Ini juga tidak akan mengabaikan terhadap masukan, pandangan masyarakat, praktisi, para pengamat pemilu,” kata Herman.

Dengan demikian, gagasan dapil nasional masih berada dalam tahap pembahasan dan belum menjadi ketentuan yang berlaku untuk Pemilu berikutnya.

PDIP Ingatkan Jangan Korbankan Sistem Pemilu

Wacana tersebut juga mendapat respons dari pihak lain.

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah sebelumnya mengingatkan agar upaya mengurangi suara yang tidak terkonversi menjadi kursi tidak justru mengubah sistem pemilu secara keseluruhan tanpa kajian yang memadai.

Said mempertanyakan bagaimana sistem pemilu akan berjalan apabila sisa suara dari berbagai dapil langsung dikumpulkan secara nasional.

Ia juga menyebut mekanisme Sainte-Laguë yang digunakan untuk mengonversi suara partai menjadi kursi perlu tetap menjadi bagian dari pembahasan.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa desain dapil nasional masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, khususnya mengenai cara menjaga hubungan antara keterwakilan daerah dan proporsionalitas suara secara nasional.

Perdebatan tentang Suara dan Keterwakilan

Gagasan dapil nasional pada dasarnya menyentuh dua persoalan dalam sistem pemilu legislatif: bagaimana memastikan suara pemilih dapat dikonversi menjadi kursi dan bagaimana mempertahankan keterwakilan berbasis wilayah.

Di satu sisi, Demokrat menilai sisa suara yang belum menghasilkan kursi perlu mendapatkan mekanisme penghitungan agar tidak berhenti setelah proses alokasi kursi di dapil.

Di sisi lain, desain tersebut perlu menjawab bagaimana kursi nasional akan ditempatkan, bagaimana kandidat ditentukan, serta bagaimana hubungan antara anggota DPR dari dapil dan anggota DPR yang memperoleh kursi melalui mekanisme nasional.

Seluruh pertanyaan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan dan belum memiliki format final.

Karena itu, usulan dapil nasional Demokrat saat ini lebih tepat dipahami sebagai salah satu opsi perubahan sistem pemilu, bukan sebagai keputusan bahwa Pemilu mendatang pasti menggunakan sistem tersebut.

Perkembangan pembahasan revisi UU Pemilu selanjutnya akan menentukan apakah gagasan tersebut masuk ke dalam rancangan aturan, mengalami perubahan, atau tidak digunakan dalam desain akhir.***

  • Penulis: Ari arjuno

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kupu-Kupu dalam Budaya Jawa Menandakan Kedatangan Tamu atau Rezeki

    Kupu-Kupu dalam Budaya Jawa Menandakan Kedatangan Tamu atau Rezeki

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Dalam budaya Jawa, kupu-kupu memiliki makna khusus yang berhubungan dengan kepercayaan dan ramalan. Salah satu kepercayaan populer adalah bahwa kedatangan kupu-kupu ke dalam rumah dapat menjadi pertanda tamu yang akan datang. Kupu-kupu ini dianggap sebagai simbol kedatangan orang-orang terkasih, termasuk keluarga, kerabat, sahabat, atau orang yang dekat dengan kita. Selain itu, kehadiran kupu-kupu […]

  • Penjual Makanan Cantik Thailand Viral di Internet Yang Bikin Kanu Betah Jajan!

    Penjual Makanan Cantik Thailand Viral di Internet Yang Bikin Kanu Betah Jajan!

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Thailand adalah salah satu negara yang terkenal dengan kuliner kaki limanya yang lezat dan beragam. Namun, tidak hanya makanannya yang menarik perhatian, beberapa penjual makanan di Thailand juga viral di internet karena penampilan mereka yang cantik dan seksi. Berikut ini lima penjual makanan cantik di Thailand yang bikin gagal fokus: 1. Penjual Jus […]

  • Sepakbola Sea Games 2023: Indonesia Taklukan Filipina Skor Telak 3-0!

    Sepakbola Sea Games 2023: Indonesia Taklukan Filipina Skor Telak 3-0!

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id -Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Syafri berhasil mengamankan tiga poin saat melawan Timnas Filipina U-22 di SEA Games 2023. Tim Merah-Putih menang telak dengan skor 3-0. Bertanding di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Sabtu 29 April 2023. Permainan Indonesia tak berkembang pada babak pertama. Terlihat para pemain masih kurang percaya diri. Akhirnya gol yang ditunggu pun terjadi. Pada […]

  • PMI Jakarta: Bantah Unggah Ucapan Dukacita untuk Megawati, Itu Hoaks!

    PMI Jakarta: Bantah Unggah Ucapan Dukacita untuk Megawati, Itu Hoaks!

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1 – Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta telah resmi membantah jika pihaknya telah membuat serta menyebarkan unggahan ucapan duka cita dengan disertai foto yang mirip dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. PMI DKI secara resmi menyatakan bahwa unggahan tersebut adalah berita bohong atau hoaks. “Flyer ucapan dukacita yang mirip Ibu Megawati yang mengatasnamakan […]

  • Denny Caknan Puji Bella Bonita Wajah Mirip Amanda Manopo Saat Live Tik Tok, Netizen Auto Mencibir ‘Kalau Manda Dah Cantik Dari Orok Bukan Oplas’

    Denny Caknan Puji Bella Bonita Wajah Mirip Amanda Manopo Saat Live Tik Tok, Netizen Auto Mencibir ‘Kalau Manda Dah Cantik Dari Orok Bukan Oplas’

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Bella Bonita tiba-tiba memperingatkan suami, Denny Caknan, untuk hati-hati dalam berucap ketika ada warganet yang menyamakan kecantikan wajahnya dengan Amanda Manopo. Momen tersebut terjadi ketika mereka melakukan siaran Instagram baru-baru ini. Mulanya, Denny Caknan membacakan komentar dari warganet berisi pujian kepada Bella Bonita. “Cantiknya mbak Bella kebangetan’. Makasih, mbak,” ucap Denny Caknan membacakan komentar dari seorang […]

  • Rebecca Klopper Laporkan Pemilik Akun Yang Sebar Video Syur Dirinya Ke Bareskrim Polri !!

    Rebecca Klopper Laporkan Pemilik Akun Yang Sebar Video Syur Dirinya Ke Bareskrim Polri !!

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Polisi membenarkan adanya laporan Rebecca Klopper soal penyebaran video asusila yang diduga diperankan dirinya. Laporan sudah terdaftar di Bareskrim Polri dengan nomor register B/113/V/2023/Bareskrim. “Kemarin tanggal 22 Mei 2023, pukul 16.45, penerima kuasa dari RAPK atau RK sudah mengajukan laporan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan dalam sesi konferensi pers […]

expand_less