Jokowi Instruksikan 3 Hal untuk Mengatasi Banjir di Jabodetabek
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
- print Cetak

Jokowi Instruksikan 3 Hal untuk Mengatasi Banjir di Jabodetabek
Indo1 Nasional – Banjir yang melanda Jabodetabek sejak memasuki awal tahun 2020, berimbas kepada puluhan orang meninggal dunia, ribuan rumah serta banyaknya bangunan yang rusak. Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
Presiden Jokowi memberikan instruksi guna menangani mengatasi masalah banjir yang terjadi di Jabodetabek. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat penanganan banjir bersama para kepala daerah yang terdampak bencana dan menteri terkait di Istana Merdeka.
“Presiden sampaikan agar reforestasi penghijauan segera dilakukan, tak hanya tanaman keras, namun tanaman yang pencegah erosi, vetiver,” terang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Yang Kedua, Presiden meminta agar pembangunan proyek bendungan Sukamahi dan Ciawi di bagian hulu dapat dipercepat. Sebab, dua bendungan yang terletak di Jawa Barat itu dapat mengurangi banjir kiriman di Jakarta yang berasal dari Bogor.
Lalu yang Ketiga, Presiden menginstruksikan agar sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (BKT) rampung tahun ini. Proyek pengerjaan sodetan ini sebelumnya diketahui terkendala pembebasan lahan.
Jokowi juga sebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah bermusyawarah dengan masyarakat setempat terkait hal itu. Sehingga, diharapkan pembebasan lahan sekitar 600 meter dapat segera diselesaikan.
“Normalisasi dan naturalisasi segera diselesaikan. Dan ini tak hanya di Ciliwung, masih ada 13 sungai, ada Pesanggrahan, Angke, Mookervart, belum lagi yang kecil-kecil. Ini arahan jelas presiden menyangkut pekerjaan saya,” terang Basuki.
Dia mengatakan Jokowi telah meminta dirinya dan Anies untuk bersama-sama mengerjakan normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai di Ibu Kota.
Selain di DKI Jakarta, kata Basuki, pihaknya juga akan melakukan normalisasi di Sungai Bekasi yang belum ditangani secara sistematis sejak dulu.
“Mulai tahun ini akan ditangani secara sistem. Mudah-mudahan dua sampai tiga tahun ada perkembangan lebih baik,” katanya.
Lainya, Presiden Jokowi juga memberikan arahan untuk penanganan banjir jangka pendek. Hal ini mengingat adanya prediksi BMKG yang menyatakan wilayah Jakarta dan sekitarnya akan mengalami curah hujan tinggi mulai 10 hingga 15 Januari 2020.
“Jangka pendek adalah penanganan darurat, penanganan pengungsi, logistik, dan TMC ‘Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca’,” pungkas Basuki.(is/id.i1**)
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar