Kritik Jalan Rusak, Warga Sukamulya Bogor Tanam Pisang dan Tebar Lele
- account_circle Hanken Arya
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
- print Cetak

Kondisi jalan Peusar-Malahpar yang ditanami pohon pisang dan ditebar ikan lele, oleh warga Sukamulya pada Minggu (1/3)
Indo1 – Warga RW 01 Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor memiliki cara unik untuk mengkritik pemerintah terkait kerusakan jalan. Sejumlah warga menjalankan aksi tersebut, dengan menanam pohon pisang dan menebar ikan lele pada kubangan air akibat jalan rusak pada Minggu (1/3).
Warga Sukamulya mengaku kesal lantaran jalan Peusar-Malahpar rusak, sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Ditambah lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dianggap warga kurang memerhatikan hal tersebut selang waktu 5 tahun terakhir.
“Sudah lebih dari 5 tahun kayak gini kondisinya. Padahal, ini akses utama warga yang menghubungkan Desa Dangdang dan sekitarnya menuju pusat Desa Sukamulya,” ujar Junaedi Adi Putra, salah satu tokoh pemuda setempat.
Lebih lanjut, Junaedi menambahkan bahwa warga sempat diberi harapan tentang perbaikan jalan tersebut. Namun, hal itu hanya kabar burung saja karena rencana tersebut enggan terealisasi.
“Sampai sekarang, nggak pernah ada. Nggak tahu kenapa Pemkab Bogor tidak memperhatikan. Padahal, ini kan jalan pemda,” terangnya.
Aksi tanam pisang dan tebar lele ini, menjadi bukti bentuk protes warga terhadap pemerintah. Bahwa debit air kubangan di jalan tersebut cukup untuk memelihara ikan lele. Sementara itu, penanaman pohon pisang berguna sebagai penanda bagi para pengendara agar tidak melewati jalan itu.
“Ya soalnya cukup dalam lubangnya. Jadi, supaya kelihatan sama pengendara. Ini juga bentuk protes kami supaya jalan cepat diperbaiki,” ungkap Junaedi. (J1AA12)
- Penulis: Hanken Arya


Saat ini belum ada komentar