Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata dan Hotel » Destinasi Wisata Tradisi Lompat Batu Pulau Nias.

Destinasi Wisata Tradisi Lompat Batu Pulau Nias.

  • account_circle M Effendi
  • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
  • print Cetak

Indo1.id II Salah satu tradisi yang paling terkenal dari masyarakat Nias Selatan adalah fahombo batu (lompat batu). Lompat batu ini khususnya dilakukan oleh masyarakat di Teluk Dalam.

Tradisi melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 meter dan ketebalan 40 cm ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki.

Sejauh ini belum ada catatan yang menjelaskan sejarah dari tradisi lompat batu ini. Hanya saja masyarakat sekitar mengungkapkan bahwa tradisi ini berasal dari zaman dahulu saat kelihaian melompat batu sangat dibutuhkan oleh suku Nias.

Berdasarkan website Warisan Budaya Takbenda Indonesia, tradisi lompat batu ini dilakukan oleh laki-laki. Ketinggian batu yang dilompati sekitar 2 meter dengan tebal 40 cm.

Anak laki-laki di Nias mulai berlatih untuk melompati batu sejak umur tujuh tahun. Mereka akan terus melompati tali yang dijadikan pengganti dari batu dengan ketinggian yang disesuaikan dengan umur dan kemampuan sang anak, dan akhir dari latihan tersebut sang anak akan melompati batu yang sesungguhnya.

Setiap desa atau pemukiman penduduk dipagari dengan batu sebagai pertahanan. Maka atas dasar itu perlu kelihaian masyarakat saat itu untuk memasuki atau melarikan diri dengan cepat dengan melompati pagar batu itu.

Bagi laki-laki yang sudah berhasil melakukan lompat batu, maka dia dianggap sudah dewasa untuk melakukan hak dan kewajiban sosial sebagai orang dewasa. Selain itu tradisi lompat batu juga terkadang menjadi ukuran penentuan apakah si laki-laki sudah cukup matang untuk menikah.

Tidak semua laki-laki berhasil melakukan prosesi lompat batu ini, banyak juga yang gagal melakukannya. Masyarakat Nias percaya, laki-laki yang berhasil melakukan tradisi lompat batu ini merupakan sosok yang diberkahi oleh roh leluhur dan para pelompat batu yang sudah meninggal dunia.

Laki-laki yang berhasil melakukan lompat batu dianggap heroik dan bermartabat, bukan hanya si laki-laki, tapi keluarganya juga. Sehingga biasanya setelah berhasil melakukan lompat batu, keluarga akan melakukan syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya.

Laki-laki yang berhasil melakukan lompat batu akan menyandang gelar sebagai pembela desa. Saat terjadi konflik antara masyarakat di sana, dia harus membela desanya agar tidak diserang.

  • Penulis: M Effendi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garmin Fenix 7X Solar: Jam Tangan GPS Multisport dengan Daya Tahan Baterai Luar Biasa

    Garmin Fenix 7X Solar: Jam Tangan GPS Multisport dengan Daya Tahan Baterai Luar Biasa

    • calendar_month Minggu, 12 Nov 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Anda suka berolahraga dan berpetualang di alam terbuka? Anda membutuhkan jam tangan yang tangguh dan bisa menemani aktivitas Anda tanpa khawatir kehabisan baterai? Jika ya, maka Anda harus melirik Garmin Fenix 7X Solar, jam tangan GPS multisport terbaru dari Garmin yang dilengkapi dengan teknologi pengisian daya surya. Garmin Fenix 7X Solar adalah jam […]

  • Lagu “Andaikan Kau Datang” Karya Tonny Koeswoyo Terus Dikenang Sebagai Lagu Kenangan Abadi

    Lagu “Andaikan Kau Datang” Karya Tonny Koeswoyo Terus Dikenang Sebagai Lagu Kenangan Abadi

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Lagu “Andaikan Kau Datang” yang merupakan karya dari Tonny Koeswoyo tetap menjadi salah satu lagu kenangan yang tak lekang oleh waktu. Lagu ini, yang pertama kali dirilis oleh Koes Plus pada tahun 1970, telah mengambil tempat istimewa dalam hati banyak pendengarnya. Meskipun sudah lebih dari lima puluh tahun berlalu sejak lagu ini pertama […]

  • Benarkah Megawati Bahas Capres Saat Kumpulkan Seluruh Anggota Fraksi PDIP di Lenteng Agung?

    Benarkah Megawati Bahas Capres Saat Kumpulkan Seluruh Anggota Fraksi PDIP di Lenteng Agung?

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    indo1.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima menyatakan, Megawati Soekarnoputri telah mengumpulkan seluruh anggota Fraksi PDIP pada Sabtu 8 April 2023 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta. Pertemuan merupakan forum penegasan PDIP sebagai partai ideologis, di mana keyakinan bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual. Meskipun diakuinya, Megawati sempat […]

  • Ketum Golkar : Rakyat Sejahtera, Jika Golkar Menang

    Ketum Golkar : Rakyat Sejahtera, Jika Golkar Menang

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id || Pemilu – Dalam sambutannya saat menghadiri Rakornis Partai Golkar Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Airlangga Hartarto, Ketum Golkar menyerukan kadernya untuk bekerja kersan demi kemenangan partainya di Pemilu 2024. Airlangga menyatakan, ada alasan yang visioner jika partai Golkar ingin  tetap berada di dalam pemerintahan. Yakni, membuat masyarakat Indonesia sejahtera. “Kalau Partai Golkar memenangkan […]

  • KPU Depok Sebut Syarat Partai Pengusung Kepala Daerah Minimal 70.746 Suara Hasil Pileg 2024

    KPU Depok Sebut Syarat Partai Pengusung Kepala Daerah Minimal 70.746 Suara Hasil Pileg 2024

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Supriyadi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Syarat partai pengusung calon wali kota dan wakil wali kota minimal suara sah 70.746 suara hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2024. Hal itu berdasarkan keputusan PKPU pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin mengatakan berdasarkan keputusan KPU penetapan persyaratan calon diusulkan partai atau gabungan […]

  • Muktamar NU ke 35 Memanas, Massa Pendukung Gus Yusuf Protes Syarat Pencalonan Ketum PBNU

    Muktamar NU ke 35 Memanas, Massa Pendukung Gus Yusuf Protes Syarat Pencalonan Ketum PBNU

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    Indo1.id – Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diwarnai kericuhan pada Minggu (30/8/2026). Ratusan massa yang disebut merupakan simpatisan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, berusaha merangsek masuk ke arena sidang pleno yang berlangsung di sekitar […]

expand_less