Cak Imin Bahas Potensi Berduet dengan Airlangga di Pilpres 2024, Prabowo Ditinggalkan?
- account_circle M Effendi
- calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
- print Cetak

π²ππ πΈπππ πΌπππππππ πΏππππππ π±ππππππ ππππππ π°ππππππππ ππ πΏππππππ πΈπΆπΈπΊ, πΏπππππ π π³πππππππππππ? (π΅πππ πππππππ.ππ)
Indo1.id – Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin, membicarakan kemungkinan dirinya berpasangan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Pilpres 2024.
Jika pasangan ini terbentuk, maka Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang dibentuk bersama dengan Gerindra akan terpecah.
“Simulasi ini tidak menutup kemungkinan untuk berbagai skenario, seperti Prabowo-Muhaimin, Prabowo-Airlangga, atau Airlangga-Muhaimin. Ini masih dalam proses yang akan kita jalani,” kata Cak Imin pada konferensi pers setelah bertemu dengan Airlangga di Restoran Pelataran, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/5/2023).
Dalam aturan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden, pasangan Airlangga-Muhaimin memenuhi syarat karena jumlah kursi partai Golkar dan PKB di parlemen lebih dari 20 persen atau 115 kursi. Jika Golkar dan PKB berkoalisi, maka jumlah kursi yang terkumpul mencapai 24,87 persen, dengan rincian Golkar memiliki 14,78 persen atau 85 kursi dan PKB memiliki 10,09 persen atau 58 kursi.
Wacana koalisi antara Golkar dan PKB tentu akan mempengaruhi koalisi yang ada saat ini, terutama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta KKIR yang dibentuk oleh Gerindra dan PKB.
KIB sebenarnya sudah memenuhi syarat presidential threshold karena memiliki kursi sebanyak 25,73 persen atau 148 kursi, dengan rincian Golkar (14,78 persen atau 85 kursi), PAN (7,65 persen atau 44 kursi), dan PPP (3,3 persen atau 19 kursi). Namun, jika Golkar keluar dari koalisi, maka KIB akan bubar.
Terlebih lagi, PPP sudah secara resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dan PAN juga memberikan sinyal untuk mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. PPP dan PAN berpotensi untuk bergabung dengan koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sementara itu, KKIR akan bubar jika PKB berkoalisi dengan Golkar. KKIR sendiri sudah memenuhi syarat presidential threshold dengan total 23,66 persen atau 136 kursi di DPR RI, yang terdiri dari 13,57 persen atau 78 kursi dari Gerindra dan 10,09 persen atau 58 kursi dari PKB.
Gerindra bisa saja bertahan dan bergabung dengan Koalisi Golkar-PKB sehingga Prabowo berpasangan dengan Airlangga atau Cak Imin di Pilpres 2024. Namun, terbuka kemungkinan Prabowo bergabung koalisi PDIP dengan menjadi cawapres Ganjar atau Prabowo bergabung Koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS menjadi capres atau cawapres Anies Baswedan.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar