Simak Curhatan SBY, Terkait Gugatan Sistem Pemilu!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
- print Cetak

Simak Curhatan SBY, Terkait Gugatan Sistem Pemilu!
Indo1.id || Berita – Dalam ungguhan postingan di akun Facebooknya, Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan urgensi perlu dirubahnya sistem pemilu di tengah proses lemilu 2024 yang sudah berjalan.
Postingan itu tentusaja tidak lepas dari adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi, kaitanya dengan uji materi sistem pemilu.
MK dalam waktu dekat akan memutuskan apakah nanti sistem proposional terbuka atau tertutupkah yang akan dipakai di pemilu 2024.
“Informasinya, Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera memutus mana yang hendak dipilih dan kemudian dijalankan di negeri ini,” posting SBY di halaman Facebook resmi SBY, Minggu 19 Februari 2023.
Lebih lanjut SBY mempertanyakan adakah urgensi perubahan sistem pemilu di saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memiliki jadwal dan timelinenya sendiri pada pemilu.
“Tepatkah di tengah perjalanan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik itu, utamanya oleh partai-partai politik peserta pemilu, tiba-tiba sebuah aturan yang sangat fundamental dilakukan perubahan?” Sambung postingannya.
“Ini tentu dengan asumsi bahwa MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup yang mesti dianut dalam Pemilu 2024 yang tengah berjalan saat ini,” tutur SBY.
“Apakah saat ini, ketika proses pemilu telah berlangsung, ada sebuah kegentingan di negara kita, seperti situasi krisis tahun 1998 dulu misalnya, sehingga sistem pemilu mesti diganti di tengah jalan,” lanjutnya.
SBY berpendapat bahwa mengubah sistem pemilu memang dimungkinkan untuk dilaksanakan agar menyempurnakan Pemilu di Indonesia. Kendati demikian, ia menyarankan untuk memilih moment yang lebih aman dengan berdiskusi bersama.
“Ketimbang mengambil jalan pintas melakukan judical review ke MK. Sangat mungkin sistem pemilu Indonesia bisa kita sempurnakan, karena saya juga melihat sejumlah elemen yang perlu ditata lebih baik,” imbuhnya dalam postingannya.
“Jika kita hendak melakukan perubahan yang bersifat fundamental, misalnya konstitusi, bentuk negara serta sistem pemerintahan dan sistem pemilu, pada hakikatnya rakyat perlu diajak bicara. Perlu dilibatkan,” tutup SBY dalam postingannya.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar