Warga Perumahan Dinar Indah Sepakat Tolak Pindah Ke Rusunawa, Ini Alasannya !
- account_circle Sekti Leksono
- calendar_month Senin, 20 Feb 2023
- print Cetak

Tim Sar lakukan evakuasi warga perumahan dinar indah Semarang
Indo1.id ll Semarang – Cuaca akhir akhir ini tidak menentu intensitas curah hujan juga cenderung naik maka mengakibatkan banjir di sejumlah daerah kota Semarang.
Tak terkecuali perumahan dinar indah menjadi salah satu daerah yang rawan banjir, belum lama ini daerah tersebut terendam banjir yang diakibatkan tanggul sungai jebol kerena di guyur hujan lebat sepekan lalu.
Belum saja warga membersihkan sisa sisa lumpur maupun barang lainnya, banjir bandang datang lagi sore Minggu (19/2/2023) Akhirnya Pemerintah Kota turun tangan untuk atasi permasalahan ini.
Pemkot Semarang sudah berencana akan melakukan relokasi warga Perumahan Dinar Indah Semarang.
Relokasi itu dilakukan dalam bentuk rumah susun, sebagai ganti tempat tinggal Perumahan Dinar Indah Semarang.
Rencana pembangunan rumah susun itu sudah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan masih akan digarap lebih lanjut oleh Pemkot Semarang.
Rencana itu pun sudah sampai ke telinga warga Perumahan Dinar Indah Semarang.
Namun bukan disambut baik, warga RT 6/ RW 26 ramai-ramai melakukan penolakan.
Hal itu disampaikan oleh Yuni (54), warga Blok 7. Kata Yuni, apabila diganti ke rumah susun, hal itu tidak sebanding dengan rumahnya.
“Secara materi tidak sebanding. Ini kan kami beli pakai uang dan apabila diganti dengan rumah susun itu tidak sama,” katanya.
Senada dengan Yuni, Sulastri (51) juga menolak. Alasannya di usianya yang sudah hampir senja, kakinya sudah tidak kuat untuk naik tangga.
“Kalau naik tangga kaki saya sudah tidak kuat. Jadi saya jujur menolak rumah susun,” sambungnya.
Penolakan warga tidak hanya melalui lisan. Sore, Senin 20 Februari 2023 ini, warga Perumahan Dinar Indah Semarang rencananya malah akan menggelar aksi penolakan.
Aksi penolakan ini dilakukan di rumah atau tanah milik pengembang yang masih ada di dekat Perumahan.
Berbagai banner penolakan pun sudah disiapkan dan akan dipasang.
Sementara Ketua RW 26, Catur, juga membenarkan penolakan warga. Bahkan Catur menawarkan solusi lain untuk melakukan pelurusan sungai.
“Pada nggak mau karena terbiasa di lingkungan seperti ini. Kami sedang mendesak developer juga dan Pemkot agar dalam waktu dekat ini yang bisa dilakukan adalah meluruskan sungai,” katanya.
- Penulis: Sekti Leksono


Saat ini belum ada komentar