Tekanan Onic ke arah gold lane, membuat Branz tertekan dan tak bisa farming dengan nyaman. Kiboy, roamer Onic, lagi -lagi menjadi pemain kunci dalam strategi ini.
Hasil akhir dari game ketiga semakin terlihat, ketika war di mid lane. Evos hanya menyisakan satu pemain, Hijume, dan berujung pada wiped out.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Sang Raja Langit.
Game keempat semakin tak bisa dikendalikan oleh Evos Legends. Strategi sempurna dari anak-anak Onic, benar-benar menghancurkan strategi coach Age.
Dari segala sisi Onic unggul baik gold, turret, dan poin kill. Lawannya benar-benar dibuat kewalahan, dan tak bisa membendung segala tekanan yang datang.
Untuk kesekian kalinya, game berakhir dengan cepat. Onic sukses mengamankan game keempat, dan membantai Evos Legends dengan skor akhir 4-0 tanpa balas.
Onic terlalu kuat, ini adalah kemenangam mereka dua kali berturut-turut setelah di season 10 mereka juga juara MPL ID.
Dengan hasil ini Onic Esport dan Evos Legend akan mewakili Indonesia pada gelaran turnamen Mobile Legends se-Asia Tenggara (MSC).








