Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Tak Akan Kerahkan Prajurit TNI ‘Hanya’ Untuk Bebaskan Pilot Susi Air
- account_circle M Effendi
- calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
- print Cetak

ππππππππ πππΌ πΏπππ πππππ ππ’ππ πππππππ πππππ πππ’ πππππππβπππ πππππ’πππ‘ πππΌ 'π»πππ¦π' πππ‘π’π ππππππππ πππ πππππ‘ ππ’π π π΄ππ, πβππππ πππ‘βππ‘πππ .(πΉππ‘π πΌππ π‘πππππ πΆπππππππππ ππ)
Indo1.id – Untuk membebaskan pilot Susi Air, Philip Methrtens, yang masih disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Yudo memastikan TNI akan mencari pilot Susi Air dengan cara persuasif.
“Tentang pilot, kita akan mencarinya dan tidak akan mengerahkan kekuatan TNI untuk menyelamatkannya. Pilot akan diselamatkan dengan cara persuasif,” ujar Yudo di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (9/4/2023).
Yudo khawatir mengerahkan kekuatan TNI dapat menimbulkan korban jiwa termasuk pilot Susi Air sendiri. Ia juga khawatir KKB akan membunuh pilot Susi Air jika mengetahui TNI menyerang mereka.
Yudo menegaskan TNI akan mencoba membebaskan pilot Susi Air sekuat tenaga dengan cara-cara yang aman. Beberapa anggota KKB yang terlibat dalam penyanderaan tersebut telah ditangkap.
Pilot Susi Air, Philip Mark Merthens (37), disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Papua selama dua bulan sejak 7 Februari 2023. Kelompok tersebut juga membakar pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Distrik Paro, Nduga, Papua Pegunungan.
Sejak saat itu, tim gabungan TNI-Polri melakukan upaya pencarian dan pendekatan persuasif dengan masyarakat adat setempat. Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan otoritas Selandia Baru terkait penyelamatan warga negaranya itu.
Meskipun begitu, aparat penegak hukum juga mempersiapkan pendekatan hukum di bawah kendali Kapolda Papua.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Kisdiyanto menyebutkan bahwa operasi pembebasan pilot Susi Air akan memakan waktu yang lama. Pemerintah dan warga setempat terus melakukan negosiasi dengan kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya.
“Pemerintah dan warga harus sabar karena ini menyangkut nyawa manusia yang harus kita selamatkan,” kata Kisdiyanto. Selain itu, Selandia Baru juga menawarkan bantuan kepada Panglima TNI. Namun, Panglima TNI menyatakan satuan TNI masih cukup untuk menangani masalah penyanderaan ini.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar