WNA Uzbekistan Terkait Terorisme Jaringan Internasional Melarikan Diri, Satu Petugas Imigrasi Tewas.
- account_circle M Effendi
- calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
- print Cetak

πππ΄ ππ§πππππ π‘ππ πππππππ‘ πππππππ ππ π½πππππππ πΌππ‘πππππ πππππ πππππππππ π·πππ, πππ‘π’ πππ‘π’πππ πΌππππππ π πππ€ππ . (πΉππ‘π π»ππππ‘πππππ )
Indo1.id – Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan yang sebelumnya ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri karena dugaan penyebaran propaganda di media sosial, berhasil melarikan diri dari Kantor Imigrasi tempat mereka ditahan pada Senin (10/4/2023).
Keempat WNA tersebut dilaporkan berhubungan dengan jaringan teroris internasional bernama Katibat al Tauhid wal Jihad.
Mereka dikenal dengan inisial BA alias JF (32), OMM alias IM (28), BKA (40), dan MR (26).
Menurut Kombes Aswin Siregar, Juru Bicara Densus 88 AT Polri, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika petugas sedang mempersiapkan makan sahur dan ibadah shalat subuh. Pada saat itu, tiga dari empat WNA melakukan penyerangan terhadap petugas dengan menggunakan pisau dapur yang diambil dari pantry.
Aswin mengungkapkan bahwa WNA tersebut berusaha untuk melarikan diri atau menyerang petugas guna mempermudah pelarian mereka.
Peristiwa tersebut menyebabkan satu petugas imigrasi meninggal dunia dan beberapa petugas lainnya mengalami luka-luka, baik luka berat maupun luka ringan.
βDari peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dari petugas Imigrasi atas nama Bapak Adi Widodo meninggal dunia,” ucap Aswin.
Aswin juga menjelaskan bahwa seorang staf imigrasi bernama Dikky Firstho mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit.
Selain itu, Supriatna, seorang staf imigrasi, juga mengalami luka ringan.
Beberapa anggota Densus 88 juga terluka, termasuk Bripda Dendri yang sedang menjalani perawatan untuk luka-luka berat dan Bripda Bahrain yang mengalami luka berat.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar