Rocky Gerung Tidak Puas dengan Perilaku Anies yang Terlambat Menentukan Calon Wakil Presiden
- account_circle M Effendi
- calendar_month Senin, 1 Mei 2023
- print Cetak

π ππππ¦ πΊπππ’ππ πππππ ππ’ππ ππππππ ππππππππ’ π΄ππππ π¦πππ πππππππππ‘ ππππππ‘π’πππ πΆππππ πππππ ππππ ππππ (πΉππ‘π πππ£π.ππ.ππ)
Indo1.id – Seorang pengamat politik, Rocky Gerung, merasa tidak puas dengan sikap Anies Baswedan yang terkesan lamban dalam menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil presidennya.
Meskipun telah resmi diumumkan sebagai calon presiden pada awal Oktober 2022 oleh Partai NasDem, hingga saat ini Anies belum mampu menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil presidennya.
Padahal, Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, telah memberikan mandat sepenuhnya kepada Anies untuk menentukan calon wakil presidennya.
Merespons lambannya tindakan Anies, Rocky Gerung merasa kesal dan tidak sabar. Ia menyatakan bahwa Anies sekarang bukan lagi seorang pemimpin, melainkan seorang penjual. Hal ini karena Anies terjebak dalam koalisi partai yang mendukungnya, yakni PKS, NasDem, dan Demokrat.
“Anies akhirnya menjadi penjual, bukan pemimpin. Dia menunggu hasil dari tukar-menukar antara partai-partai ini. Padahal, dia telah menerima mandat untuk menentukan calon wakil presidennya. Dengan menunggu koalisi, artinya dia ditawan oleh koalisi,” ungkapnya dalam obrolan di channel YouTube Total Politik pada Senin (1/5/2023).
Menurut Rocky, dengan perilaku Anies yang seperti itu, Anies tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai seorang presiden. Karena yang membuatnya dapat maju lebih jauh dalam kontestasi Pilpres sebenarnya adalah calon wakil presidennya.
“Saat ini, Anies seakan-akan bukanlah presiden. Dia menunggu presiden yang sebenarnya, yaitu calon wakil presidennya,” tambahnya.
“Secara formal, Anies memang diberikan mandat untuk menentukan calon wakil presidennya, tapi secara substansi, dia tidak memiliki keberanian untuk memilih. Dia tidak memiliki mental pemimpin yang tegas,” tegas Rocky.
Ia sangat berharap bahwa Anies dapat menunjukkan tindakan positif di tengah kebuntuan dalam mencari calon wakil presiden yang cocok untuk didampinginya, terutama di antara partai-partai koalisi perubahan yang masih saling tarik ulur.
“Kita membutuhkan tindakan afirmatif dari Anies. Dia harus mengambil alih kepemimpinan. Jika tidak, semua harapan publik pada Anies sebagai antitesis Jokowi akan hilang,” lanjutnya.
“Jika pada akhirnya calon wakil presiden yang dipilih berasal dari hasil kesepakatan koalisi, bukan pilihan Anies, maka itu merupakan pilihan calo. Maaf ya, saya hanya mendorong Anies. Anies adalah teman saya,” tambah Rocky.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar