Indo1.id – Jakarta dikenal dengan jalanannya yang sibuk dan padat, namun juga menyimpan kekayaan budaya dan masakan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tertarik untuk mengetahui beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Jakarta yang wajib dibeli? Simak daftar berikut ini.
Jakarta dikenal sebagai pusat bisnis, administrasi, dan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Namun demikian, ia juga berfungsi sebagai tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia.
Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui oleh-oleh unik yang bisa dibeli di Jakarta. Tanpa basa-basi lagi, inilah 17 oleh-oleh Jakarta yang populer dan wajib dibeli.
1. Kerak Telor
Tidak lengkap rasanya apabila tidak mencicipi kerak telor di Jakarta. Makanan khas Betawi ini memiliki cita rasa yang gurih dengan bumbu khas yang dicampuri serundeng (parutan kelapa yang disangrai).
Kerak telor terbuat dari beras ketan putih yang masih mentah lalu dimasak, dicampur dengan telur bebek atau telur ayam, serundeng, bumbu khas, ebi, cabai merah, garam, merica, yang kemudian disangrai secara bersamaan. Kata kerak telor sendiri diambil dari cara pembuatannya yang membalikkan wajan ketika sajian sudah setengah matang, dengan ini telurnya akan langsung menghadap ke arang sehingga membentuk kerak.
Menariknya lagi, pembuatan kerak telor masih menggunakan cara tradisional dengan tungku dan arang. Adapun harga kerak telor dibanderol Rp 25.000 untuk telur bebek dan Rp 20.000 untuk telur ayam. Makanan ini bisa dijumpai di pameran Kemayoran, daerah Kota Tua, atau Setu Babakan.
2. Roti Buaya
Menurut adat Betawi, roti buaya merupakan simbol kesetiaan karena buaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Maka dari itu, roti buaya kerap kali dijadikan seserahan pernikahan Betawi.
Biasanya ketika seserahan terdapat dua roti buaya yang melambangkan bahwa kedua calon pengantin telah siap menjadi suami istri. Selain kesetiaan, roti buaya juga dilambangkan sebagai simbol kesabaran karena buaya yang selalu sabar menunggu mangsanya.
Sejarahnya dahulu Jakarta dikelilingi oleh 13 sungai, yang masing-masing bermunculan buaya bahkan berinteraksi dengan masyarakat. Roti buaya memiliki tekstur yang lembut dan renyah diluar. Harga roti buaya bisa mencapai Rp50.000-Rp60.000 per buah untuk ukuran medium.
3. Akar Kelapa
Oleh-oleh khas Jakarta yang tidak boleh lupa untuk dibeli adalah akar kelapa. Sajian ini biasanya ditemui ketika hari raya. Nama akar kelapa diambil dari bentuknya yang mirip seperti akar kelapa.
Kudapan ini terbuat dari tepung ketan, tepung beras, gula halus atau bisa juga menggunakan gula pasir yang sudah dihaluskan, margarin, air, telur, biji wijen agar lebih harum, santan, dan sedikit garam.
Cara membuatnya cukup dengan menggabungkan bahan telur, gula, garam, santan, aduk hingga gula mulai larut. Kemudian masukan biji wijen, tepung beras, tepung ketan sedikit demi sedikit, margarin, air dan aduk hingga adonan tidak lengket.
Jangan lupa panaskan minyak terlebih dahulu dan masukan adonan kedalam cetakan akar kelapa. Lalu goreng dengan menggunakan api kecil. Tiriskan jika sudah berwarna kuning kecoklatan.
4. Putu Mayang
Putu mayang merupakan jajanan khas Betawi yang terbuat dari tepung kanji atau tepung beras, yang kemudian dicampur dengan santan dan dibentuk seperti mi. Setelah dikukus, hidangan ini disajikan dengan santan kelapa yang diberi kinca atau gula jawa cair.
Kue dengan cita rasa manis ini ternyata adaptasi dari hidangan kue putu mayam yang berasal dari India Selatan. Keduanya sama-sama terbuat dari tepung kanji. Bedanya putu mayam disajikan dengan chutney atau kari.
Nama kue ini berkaitan dengan cerita rakyat. Jadi kata “mayang” diyakini berkaitan dengan sosok cerita rakyat Mayangsari, yang digambarkan sebagai sesuatu yang berombak, bergelung-gelung namun tetap indah. Hal ini sama seperti bentuk putu mayang yang bergelung seperti mi dan manis.
5. Kembang Goyang
Oleh-oleh khas Jakarta yang lainnya adalah kembang goyang. Nama sajian ini berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga, yang dibuat dengan cara digoyang-goyangkan hingga adonan terlepas dari cetakan.
Kembang goyang terbuat dari tepung beras atau tepung ketan yang ditambahkan dengan beberapa tetes frambozen, esens pandan, gula, santan, dan biji wijen agar menambah variasi dan daya tarik kue. Makanan khas Betawi ini memiliki cita rasa manis gurih, dan biasanya dihidangkan ketika hari raya maupun acara-acara hajatan lainnya.
6. Semprong
Semprong merupakan makanan berbentuk silinder panjang seperti pipa. Makanan ini memiliki rasa manis gurih dan renyah ketika digigit sehingga cocok dijadikan teman minum kopi atau teh. Kue ini dibuat dari bahan dasar dasar gula merah, tepung tapioka atau tepung beras, garam, margarin, santan, dan vanili.
Semprong dipercaya dibawa untuk pertama kalinya oleh bangsa Portugis. Pasalnya kue ini mirip dengan kue krumkake yang berasal dari Norwegia. Namun bahan dan bentuk kue semprong yang ada di Jakarta sudah hasil dimodifikasi.