Google Luncurkan AI Bard Untuk Bersaing Dengan ChatGPT Dari OpenAI
- account_circle M Effendi
- calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
- print Cetak

πΊπππππ, ππππ ππ π π‘ππππππππ, π‘πππβ ππππππππππππππ π΅πππ. (ππ’ππππ¦π€πππ‘ππ’ππ πππ‘π)
Indo1.id – Google, raksasa teknologi, telah memperkenalkan Bard, sebuah proyek kecerdasan buatan (AI) yang akan menjadi pesaing ChatGPT dari OpenAI. Pengumuman ini dilakukan pada Senin 6 Februari 2023.
Saat ini, kami tengah mengembangkan layanan AI percakapan eksperimental yang didukung oleh LaMDA, yang kami beri nama Bard.
Hari ini, kami melangkah maju dengan membuka aksesnya kepada para pengujian yang terpercaya, sebelum kami akan memperluas akses tersebut secara umum dalam beberapa minggu mendatang, ungkap Sundar Pichai, CEO Google, dalam keterangan resminya.
LaMDA, yang merupakan singkatan dari Language Model for Dialogue Applications, adalah kecerdasan buatan yang didesain untuk berbasis bahasa dan percakapan, mirip dengan jenis chatbot.
Pichai menjelaskan, Bard bertujuan untuk menggabungkan pengetahuan global yang luas dengan kekuatan, kecerdasan, dan kreativitas dari model bahasa yang besar.
Bard akan menggunakan informasi dari web untuk memberikan respons yang segar dan berkualitas tinggi.
Dalam tahap awal, Google akan menggunakan model ringan LaMDA. Model ini membutuhkan daya komputasi yang lebih sedikit, sehingga memungkinkan Google untuk mencapai lebih banyak pengguna dan mendapatkan lebih banyak umpan balik.
Google akan menggabungkan umpan balik eksternal dengan pengujian internal guna memastikan respons Bard memenuhi standar kualitas, keamanan, dan akurasi dalam dunia nyata.
Pichai menyampaikan, Dalam waktu dekat, Anda akan melihat fitur AI di kolom pencarian kami yang akan menyaring informasi kompleks dan berbagai sudut pandang menjadi format yang lebih mudah dipahami, sehingga Anda dapat dengan cepat memperoleh pemahaman yang komprehensif.
Sebagai mesin pencarian terbesar di dunia, Google telah membuktikan kemampuan AI mereka.
Namun, mengapa Google baru meluncurkannya sekarang. Hal ini dikarenakan kesuksesan ChatGPT yang mendorong Google untuk mengembangkan AI mereka sendiri.
Namun, sebagai perusahaan mesin pencari terbesar, Google memiliki risiko reputasi yang lebih besar ketika menyajikan informasi yang tidak akurat. Karena itu, kami mengambil pendekatan yang lebih konservatif dibandingkan dengan startup-startup kecil,” jelas Jeff Dean, Kepala AI Google, kepada CNBC dalam waktu yang baru-baru ini.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar