Ternyata Pornografi Bisa Jadi Dopamine dan Pacu Kerusakan Otak! Bahaya!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
- print Cetak

Ilustrasi kecanduan pornografi. (Foto : dok. Anna Parini)
Indo1.id – Akhir-akhir ini sedang marak tentang adanya video porno yang diduga mirip dengan selebgram Rebecca Klopper.
Bahkan beberapa tahun terakhir ini menunjukan bahwa trafic tertinggi Indonesia berasal dari situs porno.
Padahal pornografi itu banyak bahayanya, daripada enaknya. Lalu apakah perlu peringatan keras bagi penghobi pornografi yang ternyata dampaknya akan langsung ke otak?
Menurut pakar Neuroscience dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonia mengatakan semua kecanduan berpengaruh terhadap kerusakan otak, hanya saja tingkat kerusakan otak akibat pornografi dinilai paling tinggi dan berpotensi mengakibatkan penyusutan otak.
Dampak negatif dari kecanduan pornografi :peningkatan dopamine, peningkatan neuropeniprin, peningkatan serotonin dan oksitoksin, kerusakan otak berat,terjerat sex bebas, menjadi pelupa, penurunan kinerja.
Dopamine sendiri adalah zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan. Jadi dalam kaitan pornografi, tayangan terebut akan menjadi dopamine bagi yang melihat. Akhirnya akan kecanduan dan akan sulit untuk menghentikan.
Sarat utama untuk menghentikan kecanduan pornografi dibutuhkan kejujuran, kesadaran untuk berhenti. Meskipun berat, mengingat bahayanya harusnya bisa berhenti dari kecanduan pornografi.
Caranya untuk menghilangkan kecanduan pornografi adalah dengan cara cara :
1. Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, dengan mengerjakan puasa sunah dan memperbanyak ibadah.
2. Blokir perangkat lunak dalam komputer atau handphone yang berbau pornografi,
3. Pasang gambar orang yang mengispirasi atau penyemangat,
4. Pindahkan komputer di ruang terbuka,
5. Memiliki komitmen untuk berubah.
Bukan suatu yang aneh jika remaja saat ini lebih pinter teknologi dari orang tuanya, teknologi begitu pesat dan banyak orang tua yang tidak banyak memiliki waktu luang untuk belajar teknologi.
Akibatnya orang tua sulit dalam pengawasan. Padahal anak remaja harus bisa diawasi dalam mengimbangkan kepintaran dalam memanfaatkan teknologi yang sebenarnya memiliki sejuta manfaat.
Sebagai upaya orang tua yang bisa dilakukan sebagai tindakan preventif akan pornografi adalah:
1. Berikan pemahaman pada anak sejak dini.
2. Kenalkan media hiburan lainnya pada anak anda,
3. Berusaha dan belajar memblokir situs yang berbau pornigrafi,
4. Letakan komputer di ruang terbuka,
5. Jauhkan diri dan keluarga dari segala pemicu pornografi,
6. Batasi dan awasi pergaulan anak,
7. Sering sering berkumpul dengan anak,
8. Kokohkan keimanan dan taat beribadah,
9. Sadarilah pornigrafi tidak akan berhenti selama anda belum berhenti mengakses.
Nah itulah bahaya pornografi yang tentunya bisa merusak otak dan menjadi dopamine bagi yang telah merasakannya. Tidakan yang terbaik adalah tinggalkan dan preventif.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar