Begini Jawaban Anies Baswedan Usai Disebut Salah Baca Data Pembangunan Jalan Era Jokowi dan SBY.
- account_circle Nugroho
- calendar_month Minggu, 4 Jun 2023
- print Cetak

Style Anies Baswedan bersama istri saat lihat formula E di Ancol. (Foto : instagram @aniesbaswedan)
indo1.id – Anies Baswedan disebut salah membaca data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kritiknya terhadap pembangunan infrastruktur jalan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih kalah dengan era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apa kata Anies?
Anies Baswedan yang merupakan bakal calon presiden dari Koalisi KPP (Keadilan, Perubahan, dan Persatuan) menanggapi pernyataan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian yang menyebutnya salah menginterpretasi data BPS.
“Mbok yo kualitas diskusinya ditingkatkan gitu ya, itu aja,” kata Anies kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/6/2023).
Anies menjawab pertanyaan wartawan yang meminta tanggapannya atas pernyataan Hedy Rahadian. Saat ditanya soal dirinya dikatakan salah membaca data, Anies justru balik bertanya. Anies meminta agar semua pihak mengecek sendiri data BPS itu.
“Menurut Anda gimana? Kalau menurut saya gini, yang ini (ngomong) mendung, yang ini nggak mendung. Anda jangan tanya begitu, Anda lihat datanya,” ujar Anies.
“(Dari media) Suara? Suara, kamu tuh cek yang bener siapa, bukan tanya. Itu kan prinsip jurnalistik paling dasar bukan? Kalau ada yang bilang ini mendung, di sana bilang terang, cek aja yang bener yang mana, gitu aja,” lanjutnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan membandingkan jumlah pembangunan jalan era Presiden SBY dengan era Presiden Jokowi. Menurut data yang dipaparkan oleh Anies, pembangunan jalan tol di era Jokowi memang besar, bahkan 63% jalan tol di Indonesia dibangun selama 2014 hingga sekarang.
Namun, Anies menilai bahwa pembangunan jalan nasional di era Jokowi hanya sebesar 19 ribu kilometer. Sementara itu, di zaman SBY menjabat presiden, ada sekitar 144 ribu kilometer atau 7,5 kali lipat dari jalan yang dibangun Jokowi.
“Bila dibandingkan dengan jalan nasional di pemerintahan ini membangun jalan nasional 590 km di era sebelumnya 11.800 kilometer, 20 kali lipat. Ini belum bicara mutu, standar, dan lain-lain, hanya panjangnya,” ungkap Anies saat menghadiri perayaan Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).
Menurut Hedy Rahadian, data BPS itu bercerita soal penambahan status jalan nasional, bukan pembangunan jalan baru. Ia mengatakan bahwa penambahan status jalan nasional dapat dilatarbelakangi oleh perubahan jalan provinsi menjadi jalan nasional.
“Itu adalah perubahan status, dari jalan provinsi jadi jalan nasional. Bukan pembangunan jalan baru yang disebut bahwa pembangunan jalan zaman SBY lebih panjang dari zaman Jokowi. Itu bukan itu maksud data BPS. Jadi salah interpretasi data BPS,” kata Hedy kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023).
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar