“Ah iya itu tadi, kesepakatannya itu pokoknya memastikan bangsa ini ke depan harus lebih baik mengawal kehidupan beragama lebih baik mencari potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini gitu, kira-kira itu, kita bersepakat aja,” sambungnya.
Gus Yaqut tidak membantah bahwa ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. Ia juga memberikan tanggapan tentang kemungkinan Erick Thohir dan Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden dari Ganjar Pranowo.
“Tadikan ngomong soal bangsa dan negara, itu kan politik semua, itu kan semua politik. Ya mereka (Sandiaga dan Erick Thohir) semua orang-orang hebat, jadi pantas mau jadi presiden, mau jadi wapres kan hebat. Saya kan seneng sebagai kawan, paling enak itu jadi temannya presiden, jadi temannya wapres, daripada jadi presiden atau wapres, serius, coba deh nanti,” ujarnya.
Gus Yaqut menyebut cocok apabila Erick Thohir dan Sandiaga Uno menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Ia menilai bahwa mereka adalah orang-orang baik yang bisa membawa kebaikan bagi bangsa.
“Saya kira semua cocok (jadi cawapres Ganjar), asal itu baik buat bangsa dan negara. Bang Sandi cocok, kan seperti yang disebut Presiden (Jokowi), Pak Sandi cocok, Pak Erick cocok. Pak Mahfud Md cocok, Bu Khofifah cocok. Semua cocok orang-orang baik kok, orang baik ketemu orang baik pasti baik hasilnya,” katanya.








