Dia mengungkapkan, saat ini petugas dibantu Dishub, Satpol PP, TNI-Polri dan sejumlah relawan sedang menangi longsor di kawasan tersebut.
“Sampai saat ini masih longsor, kondisi tanah masih labil, ini kami masih menunggu kondisi yang memungkinkan,” katanya.
Longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo. Tiga orang yang masih satu keluarga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.
Korban adalah Suwito (45), Sri Wahyuni (40), dan Rizki (12).
Kepala Desa Sumberurip Sutrisno mengatakan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Tiba-tiba ada suara gemuruh dari atas bukit. Ternyata tanah longsor menimpa rumah korban,” katanya.
Sutrisno menambahkan, warga yang mendengar suara gemuruh langsung berusaha menolong korban.
Namun, upaya evakuasi terhambat karena material longsor yang tebal dan berat. “Kami kesulitan mengangkat material longsor. Kami butuh alat berat untuk membantu evakuasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tentang bencana alam di Lumajang.
Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan geologi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan banjir bandang. Selain itu, juga waspada terhadap potensi bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, dan lahar dingin,” katanya.
Raditya juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan BPBD setempat dalam menghadapi bencana.
“Jika ada peringatan dini atau imbauan untuk mengungsi, segera lakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.








