Erick Thohir Bantah Biaya Renovasi Jakarta International Stadium Capai Rp 5 Triliun
- account_circle M Effendi
- calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
- print Cetak

Erik Tohir. (Foto: Instagram @garudasuperior)
Indo1.id – Erick Thohir, Ketua Umum PSSI dan Menteri BUMN, membantah kabar yang menyebutkan bahwa biaya renovasi Jakarta International Stadium (JIS) mencapai Rp 5 triliun.
Kabar tersebut ramai beredar di media sosial, namun Erick menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Erick menjelaskan bahwa total anggaran pemerintah untuk merenovasi 22 stadion hanya sebesar Rp 1,9 triliun.
Renovasi ini dilakukan sebagai persiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung pada 10 November hingga 2 Desember 2023.
“Kabar yang beredar bahwa stadion ini dibangun seharga Rp 5 triliun dan direnovasi seharga Rp 5 triliun tidak benar. Total anggaran renovasi untuk 22 stadion adalah Rp 1,9 triliun.
Kabar tersebut hanya hoaks yang tersebar melalui media sosial,” kata Erick saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur Bali, seperti dikutip dari keterangan Kementerian BUMN pada Kamis (6/7/2023).
Erick juga menyebutkan bahwa biaya renovasi rumput stadion tersebut hanya sebesar Rp 6 miliar.
Dia menyampaikan rencana renovasi JIS, di mana selain mengganti rumput, juga akan dilakukan pemecahan akses masuk menjadi 4 bagian.
Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
“Saat ini, akses masuk hanya ada satu pintu tengah yang dikelilingi pagar.
Bayangkan apa yang akan terjadi jika ada keributan di dalam pagar atau terjadi sesuatu di pintu depan.
Orang tidak akan bisa keluar,” jelas Erick.
Selain itu, rencana renovasi juga meliputi penambahan area parkir yang dapat menampung hingga 82.000 kendaraan.
Pemerintah juga akan membangun jembatan penyeberangan yang menghubungkan JIS dengan Taman Impian Jaya Ancol.
“Kapasitas parkir saat ini terbatas hanya sekitar 1.300 kendaraan, padahal kita butuh kapasitas hingga 82.000 kendaraan.
Ketika ada konser Dewa, banyak yang memarkirkan kendaraannya di Ancol melalui kerja sama.
Hal ini menunjukkan bahwa ada potensi area parkir yang luas di Ancol, namun kita perlu mencari solusi, seperti membangun jembatan penyeberangan dari Ancol menuju stadion agar orang bisa mencapainya dengan mudah,” tambahnya.
Di samping itu, pemerintah juga sedang membangun stasiun kereta rel listrik (KRL) yang saat ini mencapai progres sebesar 30%.
Pembangunan stasiun ini ditargetkan selesai pada tahun 2024.
“Erick juga menyebutkan bahwa di belakang stadion terdapat area yang dapat dihubungkan dengan jalan tol, dan hal ini juga akan dikoneksikan agar dapat diakses melalui jalan tol.
Pembangunan akses kereta api yang keempat memang membutuhkan waktu,” tambahnya.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar