Elite Partai Gerindra Anggap Cak Imin dari PKB Sebagai Calon Wakil Presiden Terkuat
- account_circle M Effendi
- calendar_month Senin, 10 Jul 2023
- print Cetak

Muhaimin Iskandar. (Foto: Facebook caption)
Indo1.id – Dari benerapa elite dari Partai Gerindra menganggap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sebagai kandidat bakal calon Wakil Presiden terkuat yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), menilai bahwa saat ini Cak Imin memiliki peluang yang lebih besar, karena keduanya telah terikat dalam kerja sama koalisi.
“Jika kita bicara tentang peluang saat ini, tentu Cak Imin memiliki peluang yang lebih besar sesuai dengan pernyataan dari Gerindra bahwa Muhaimin Iskandar, bukan orang lain, memegang kunci terkait calon Wakil Presiden Prabowo,” kata Adi kepada wartawan pada Sabtu (9/7/2023).
“Selain itu, sampai saat ini, prioritas bagi Prabowo adalah Muhaimin.
Argumen yang mendasari hal ini adalah bahwa PKB telah membuat pakta integritas atau perjanjian kerja sama dengan Gerindra.
Selain itu, dari segi partai, PKB mampu mengkonsolidasi dukungan politik kaum Nahdliyin dan memiliki basis di Jawa Timur, yang selama ini menjadi kelemahan Prabowo,” tambahnya.
Adi menilai bahwa pernyataan dari elite Gerindra yang memprioritaskan Cak Imin sebagai calon Wakil Presiden terkuat merupakan upaya untuk mengunci PKB agar tidak pindah poros.
“Saya rasa ini merupakan bentuk penguncian politik terhadap PKB agar pertama, PKB tidak melakukan manuver, dan kedua, agar PKB tidak pindah ke poros lain.
Inilah tujuan mengapa sejumlah elite Gerindra mengatakan bahwa saat ini yang paling menjadi prioritas dalam mendampingi Prabowo adalah Cak Imin,” ujar Adi.
Adi juga menambahkan bahwa PKB memiliki basis suara yang besar, yang memberikan daya tarik tersendiri.
Dengan demikian, PKB yang kuat dalam menginginkan Cak Imin maju sebagai calon Presiden dapat mengajukan proposal kepada partai koalisi.
Proposal tersebut adalah agar Cak Imin menjadi calon Wakil Presiden.
“Selain itu, yang kedua adalah bahwa PKB sangat menekankan bahwa Cak Imin merupakan pilihan yang mutlak.
Ini terlihat sampai saat ini bahwa siapapun yang menerima proposal dari PKB untuk menjadikan Cak Imin sebagai calon Wakil Presiden, maka itulah tempat PKB berlabuh politiknya.
Namun, sebaliknya, jika Gerindra menolak proposal politik dari PKB yang menginginkan Cak Imin sebagai calon Wakil Presiden, sangat mungkin PKB akan mencoba mencari poros lain yang bersedia menerima Muhaimin sebagai calon Wakil Presiden,” ucapnya.
Adi kemudian memberikan contoh ketika ada rumor bahwa Prabowo akan berpasangan dengan Ganjar Pranowo.
Menurut Adi, PKB pada saat itu menunjukkan gestur bahwa mereka akan beralih ke poros lain jika pasangan Prabowo-Ganjar benar-benar terbentuk.
“Beberapa waktu lalu, ketika Prabowo dikaitkan dengan beberapa nama lain, misalnya ada isu Prabowo-Ganjar atau Ganjar-Prabowo, elite PKB selalu mengatakan bahwa jika itu terjadi, koalisi PKB akan bubar.
PKB menegaskan bahwa jika Cak Imin tidak menjadi calon Wakil Presiden Prabowo, mereka akan mencari tempat lain.
Inilah yang sepertinya tidak diinginkan oleh Gerindra, sehingga ada upaya penguncian politik agar PKB tidak berpindah-pindah,” jelasnya.
Oleh karena itu, Adi menyimpulkan bahwa PKB menjadi kunci bagi Gerindra saat ini. Dengan adanya PKB, Gerindra dapat memenuhi ambang batas pencalonan presiden.
“Saya rasa PKB sangat penting dan dibutuhkan oleh Gerindra, terutama untuk mencapai ambang batas 20 persen.
Tanpa PKB, Gerindra tidak bisa maju sendiri dan harus mencari partai lain yang memiliki suara setara dengan PKB, yang tentunya sulit. Dengan adanya PKB, misalnya, Gerindra tidak bisa maju, dan dengan NasDem pun tidak cukup kursinya,” tandasnya.
“Jika PKB meninggalkan koalisi, satu-satunya pilihan agar Prabowo bisa maju adalah berkoalisi dengan Golkar, karena partai tersebut memiliki cukup kursi untuk mencapai ambang batas 20 persen.
Itulah sebabnya PKB dijaga dengan baik, karena PKB penting bagi Gerindra untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden.
Selain itu, PKB merupakan partai yang mewakili politik NU dan memiliki pengaruh di Jawa Timur, itulah yang membuat Gerindra sangat menyukai dan menganggap PKB sebagai partai yang penting,” tambah Adi.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar